Harimau Sumatera yang Terjebak di Ruko Sempat Makan Kambing

459
Harimau di Ruko
Harimau Sumatera terlihat terjebak di belakang ruko. (Foto Tribunnews)

Inhil, Muslim Obsession – Seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang masuk ke lorong ruko di kawasan pasar di Desa Pulau Burung, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, menjadi tontonan warga setempat.

Terjebak di sela-sela ruko sejak kemarin siang, harimau itu sampai saat ini masih bertahan. Berdasarkan laporan dari Camat setempat, Harimau itu sempat memakan kambing milik warga.

“Tadi malam sekitar jam 11.00 WIB, Rabu (14/11/2018), harimau muncul di belakang ruko. Setelah itu terlihat oleh warga lalu dia masuk lagi ke lorong ruko. Jadi setelah dicek warga, ditemukan kepala kambing. Harimau tersebut diduga sudah makan kambing sebelum terjepit di kolong ruko,” ujar Camat Pulau Burung M Yusuf, Kamis (15/11/2018).

Tiga hari yang lalu harimau tersebut juga memakan 5 ekor ayam di dalam kandang yang terdapat di lorong ruko. Diduga kuat, Harimau itu turun ke permukiman warga karena persedian makanan di hutan semakin menipis.

“Tiga hari yang lalu harimau makan ayam 5 ekor, karena ada ayam 5 ekor dalam kandang. Setelah itu mungkin dia kembali ke semak belukar. Jadi kemarin dia balik lagi ke lorong kemungkinan mencari makan lagi, sehingga terjepit karena badannya besar,” ungkap Yusuf.

Karena sudah terjepit, harimau tidak bisa keluar. Sehingga, warga menutup lorong ruko menggunakan jaring. Warga dibantu TNI Polri. “Jaring dipasang agar harimau tidak keluar. Warga bersama petugas kepolisian dan TNI juta membuat pintu yang sudah dipasangi kerangkeng,” katanya.

Saat ini warga masih ramai berada di lokasi harimau masuk ke lolong yang sempit. Sehingga, Yusuf berkoordinasi dengan polisi dan TNI untuk menjauhkan warga agar aman dari serangan sang raja hutan itu. “Kami sudah imbau warga untuk menjauh. Kami takutkan nanti harimaunya keluar dan membahayakan bagi warga,” ucapnya.

Saat ini, pihaknya masih menunggu kedatangan tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA). “Diperkirakan tim sampai siang ini, bersama petugas medis juga. Karena untuk menuju lokasi menempuh jalur air,” ucap Yusuf. (Albar)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here