Hari Santri 2020 Diperingati dengan Cara Berbeda

406
Kirab Hari Santri 2017 di Pati. (Foto: murianews)

Jakarta, Muslim Obsession – Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober, pada tahun ini dipastikan tetap diperingati meski dengan cara yang berbeda.

Dilansir Kemenag, peringatan HSN 2020 digelar dengan protokol kesehatan yang ketat, mengingat masyarakat Tanah Air masih di tengah suasana Pandemi Covid-19.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Waryono mengatakan, pihaknya saat ini tengah menyusun panduan peringatan Hari Santri 2020 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Meskipun dalam suasana Pandemi Covid-19, peringatan hari Santri harus tetap digelar, untuk membangkitkan semangat para santri Indonesia, agar negeri ini semakin kuat dan maju,” ujar Waryono saat berbicara dalam Focus Group Discussion Persiapan Peringatan Hari Santri 2020 di Jakarta, Selasa (1/9/2020).

Menurutnya, saat ini Direktorat PD Pontren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam bersama Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PP RMI PBNU) dan Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LP2PPM) sedang mematangkan desain peringatan Hari Santri 2020 .

Beberapa tahapan dilakukan oleh tim, mulai mematangkan pembahasan tentang tema, logo, dan berbagai rangkaian kegiatan untuk menyemarakkan peringatan Hari Santri 2020.

“Pada masa pandemi COVID-19 seperti ini, seluruh desain peringatan Hari Santri 2020 yang akan menjadi panduan bagi seluruh stakeholders, seperti Kementerian/Lembaga, Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi/Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, Madrasah, bahkan oleh Pesantren di seluruh Indonesia harus tetap berpedoman pada protokol kesehatan yang ketat,” ungkap Waryono.

Sejak tanggal 22 Oktober ditetapkan oleh Presiden Jokowi melalui Keputusan Presiden Nomer 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri, Kementerian Agama selalu menyelenggarakan peringatan Hari Santri pada setiap tahunnya.

Tema yang diusung setiap tahun berurutan, mulai tema “Dari Pesantren untuk Indonesia” (2016), “Wajah Pesantren Wajah Indonesia” (2017), “Bersama Santri Damailah Negeri” (2018), dan “Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia” (2019). (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here