Haman, Penasihat Firaun yang Namanya Disebutkan Al-Quran

197

Muslim Obsession – Haman merupakan sosok penting dalam kisah Firaun di Mesir. Hanya saja, namanya kerap tenggelam oleh Firaun dalam sejarah Nabi Musa dan Nabi Harun ‘alaihimassalam.

Padahal setidaknya nama Haman disebutkan di dalam Al-Quran sebanyak enam kali. Masing-masing terdapat pada QS. Al-Qashash [28] ayat 6, 8, dan 38; QS. Al-Ankabut [29] ayat 39; dan QS. Al-Mu’min [40] ayat 24 dan 36.

“Dan, berkata Firaun, ‘Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka, bakarlah, hai Haman, untukku tanah liat, kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa. Dan, sesungguhnya, aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta’,” (QS. Al-Qashash: 38).

BACA JUGA: Kisah Ahli Ibadah yang Dijebak Pelacur

Sementara dalam QS. Al-Mu’min: 36-37 disebutkan:

“Dan, berkata Firaun, ‘Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu, yaitu pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta’.”

Dari keterangan di atas dapat diketahui bahwa Haman adalah seorang pembesar Firaun yang hidup sezaman dengan Nabi Musa ‘alahissalam. Posisi Haman sangat berpengaruh di kerajaan Firaun.

Ia antara lain bertugas membantu Firaun dalam melaksanakan segala perintahnya, seperti membuat bangunan yang tinggi.

BACA JUGA: Ketika Nabi Musa Kalah Berdebat dengan Nabi Adam

Diriwayatkan bahwa Haman muncul setelah kembalinya Musa dari Madyan. Ia juga yang menasihati Firaun untuk menolak misi keagamaan Musa.

Pada peristiwa pelarian Bani Israel dari Mesir, Haman tenggelam bersama Firaun dan tentaranya di Laut Merah.

Di kerajaan Firaun, Haman menempati beberapa posisi penting kerajaan sebagai menteri, penasihat raja (terutama bidang keagamaan), dan sebagai arsitek sekaligus pelaksana proyek pembangunan menara yang tinggi.

BACA JUGA: 10 Sahabat Perempuan Nabi yang Jarang Dikenali Publik

Haman diperintah oleh Firaun untuk membuat menara yang akan digunakan Firaun untuk melihat “Tuhan Musa”.

Pembuatan menara itu membutuhkan 50.000 pekerja dan belum termasuk tukang untuk membuat kuil-kuil.

Konon, setelah pembangunan menara selesai, Firaun menembakkan panah dari puncak menara untuk mengalahkan “Tuhan Musa”.

Firaun berbohong kepada Musa bahwa Tuhannya telah mati dengan menunjukkan anak panahnya yang kembali telah berlumuran darah.

Padahal, Firaun sebelumnya diam-diam telah mencelupkan anak panah itu ke dalam darah.

Wallahu a’lam bish shawab. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here