Haedar Nashir Tegaskan Bencana Alam di Indonesia Adalah Sunnatullah

986
Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir (Foto: Suara Muhammadiyah)

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menegaskan bencana alam di Indonesia yang menyita banyak perhatian, merupakan takdir yang tidak bisa dielakkan.

Hal itu dikatakan Haedar, mengingat Indonesia berada di kawasan rawan bencana, sehingga fakta tersebut harus disikapi dengan bijak, dan runtutan bencana alam yang terjadi harus menjadi momentum untuk menumbuhkan empati, kebersatuan dan kepekaan atas dasar kemanusiaan.

Lebih lanjut Haedar menjelaskan, sudah menjadi Sunnatullah, Indonesia berada di atas pertemuan lempeng bumi, yang mengharuskan masyarakatnya memiliki kesiapsiagaan dalam kebencanaan.

“Sebagai Negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Maka, diperlukann adanya panduan kebencanaan yang berasas dari Al-Quran dan Sunnah. Sehingga dalam diskurusus itu Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih merumuskan Fiqih Kebencanaan,” jelasnya di Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Fenomena gempa bumi yang terjadi di berbagai belahan daerah Indonesia, tidak harus ditanggapi dengan pemahaman bahwa penyebab mutlak karena ulah kemaksiatan manusia.

“Maksiat tidak bisa dijadikan sebagai satu-satunya penyebab bencana,” ucapnya.

Dia juga menerangkan, di dalam Al-Quran setidaknya ada dua jenis penyebab kejadian fenomena alam. Pertama, memang karena keadaan alam yang mengharuskan terjadinya pergerakan yang tidak seperti biasanya. Kedua, karena perbuatan manusia. Namun demikian, kedua-duanya tidak terlepas dari Sunnatullah.

Sehingga dari segala kemungkinan tersebut, manusia memang harus menjaga ekosistem alam. Karena alam juga akan merespon perilaku manusia terhadapnya. Haedar mencontohkan dengan perbuatan orang yang membuang sampah sembarangan akan menganggu ekosistem dan bisa menyebabkan banjir, jika sampah itu menumpuk di jalur air.

“Maka dalam menyikapi bencana, manusia Indonesia harus memiliki keilmuan dan pengetahuan yang cukup untuk meminimalisir dampak bencana. Bukan melakukan penghakiman sepihak, mengeluarkan statement yang semakin membuat gaduh. Dengan menyimpulkan sebab tunggal dari bencana yang terjadi adalah dari kemaksiatan manusia di daerah yang terdampak bencana tersebut,” tukasnya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here