Haedar Nashir: Jangan Praktekkan Islam Hanya Sebatas Pakaian dan Makanan

72
Haedar Nashir (Foto: Muhammadiyah)

Muslim Obsession – Berusia lebih dari satu abad, anggota Persyarikatan dinilai sudah selayaknya melakukan muhasabah, apakah gerakan yang telah dilakukan untuk Muhammadiyah di tempatnya masing-masing sesuai dengan misi Kiai Ahmad Dahlan atau justru terputus riwayatnya.

Dalam Pengajian Virtual PDM Kota Bandung, Ahad (13/12) Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menganggap muhasabah penting dilakukan agar jati diri karakter Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah amar makruf nahi munkar berbasis pencerahan (tajdid) tetap terjaga.

“Jangan sampai di usia 108 tahun masih jumud, kolot, apa-apa tidak boleh, takut maju. Kemudian Islam dipraktekkan sebatas soal pakaian dan makanan. Tapi yang besar malah tidak dipraktekkan,” tegur Haedar, dilansir Muhammadiyah.or.id.

Misi Kiai Dahlan dengan Muhammadiyah adalah menghadirkan Islam sebagai Dinul Hadarah (agama peradaban). Karenanya, sifat tertutup, serba curiga, anti kemajuan dan suka meributkan hal-hal identitas justru akan melalaikan ide besar tentang kejayaan Islam itu sendiri.

“Muhammadiyah sejak awal berdiri ingin membentuk umat yang yadul ulya (tangan di atas dalam berbagai aspek),” terang Haedar.

Tafsir khoiru ummah yang menjadi api perjuangan Muhammadiyah adalah melahirkan umat Islam yang diperhitungkan oleh seluruh manusia.

Karena itu, meraih ide besar peradaban dan marwah umat bagi Haedar hanya bisa terwujud jika pegiat Muhammadiyah sabar dalam membangun pusat-pusat keunggulan yang maju, sembari terus membaca kepribadian Muhammadiyah, memahami dan mengamalkannya.

Haedar mengaku prihatin atas banyaknya warga Muhammadiyah yang tidak memahami karakter dakwah dan kepribadian Muhammadiyah sehingga berupaya membawa pemikiran lain dan cara yang tidak sesuai dengan kepribadian yang diasaskan Kiai Ahmad Dahlan dan generasi awal Muhammadiyah, termasuk dalam menghadapi masalah kebangsaan.

Karenanya, Haedar berpesan agar semua pegiat Muhammadiyah sabar membimbing umat agar moderasi dakwah dan Islam Berkemajuan tidak hanya hadir di tingkat elit, tapi juga akar rumput Muhammadiyah, lebih khusus di Kota Bandung.

“Saya berharap Muhammadiyah di Bandung menjadi episentrum kemajuan Muhammadiyah di Jawa Barat dan Nasional,” tutupnya.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here