Hadiri Pengajian Gus Miftah, Ari Untung Ungkap Sebuah Harapan

1010

Jakarta, Muslim Obsession – Harapan indah dilambungkan artis Ari Untung. Pentolan komunitas Artis Hijrah tersebut berharap hilangnya saling menyalahkan dan harapan saling berangkulan di semua elemen masyarakat.

“Udah bukan waktunya lagi bertanding tapi bersanding,” ungkap Ari melalui akun Instagramnya, Rabu (24/7/2019).

Tulisan Ari yang mengajak masyarakat, utamanya umat Islam, untuk kembali mengencangkan persaudaraan itu didasari pertemuannya dengan Gus Miftah. Ari rupanya hadir untuk mendengarkan Gus Miftah memberikan ceramah di Balai Kota Jakarta.

Suami Fenita Arie itu bahkan membocorkan informasi rencana Gus Miftah yang akan berdakwah di tempat-tempat hiburan yang ada di ibu kota.

“Insya Allah dalam waktu dekat tempat-tempat hiburan di Jakarta akan mendapatkan kesempatan siraman ilmu dari Gurunda @gusmiftah setelah berkomunikasi dengan Pak @aniesbaswedan,” tulis Ari.

View this post on Instagram

Insya Allah Dalam waktu dekat tempat2 hiburan di jakarta akan mendapatkan kesempatan siraman ilmu dr gurunda @gusmiftah setelah berkomunikasi dgn pak @aniesbaswedan . Itulah Hebatnya guru2 kita di indonesia ini memiliki metode dakwah yg berbeda dan unik2 Lain lagi Ustadz @fatihkarim juga memiliki metode pendekatan menarik yg lain lagi Bkn hanya mrk, byk ustadz2 lainnya di NKRI masing2 memiliki style yg secara spesifik berbeda Segementasi jemaahnya pun juga berbeda Masing2 bicara dng bahasa kaum jamaahnya yg berbeda . Walaupun berbeda style ngga ada yg saling menyalahkan Ga merasa metodenya lah cara yg paling benar Ga merasa metodenya yg sudah pasti diterima dan yg lain salah . Mereka mencontohkan adab2 mulia Saling respect “Berbeda” bukan berarti menjadi halal utk saling memfitnah malah tambah saling menyayangi . Jika Yang satu memberikan ceramah Yang lainnya jadi jemaah Akan begitu pula sebaliknya Sama2 berilmu Sama2 tawadhu . Minder aku Aku mampunya cuma msh jd pendosa yg belajar nyari serpihan hikmah dari guru2 hebat ini ajah ah . Asalnya boleh berbeda Metodenya boleh berbeda Style dakwahnya boleh berbeda Segmennya boleh berbeda Tapi rujukannya sama2 Rasulullah tujuannya sama2 . Ridha Allah . . Semoga doaku diijabah kita semua bisa rangkulan lagi . Udah bukan waktunya lagi bertanding Tapi Bersanding . Acuhkan cowo paling kiri salah kostum pake baju pink floyd di balai kota . Qadarullah Kok iso gatut kabeh karna Allah . . Alhamdulillah . #masyaallahtabarakallah

A post shared by Arie Untung (@ariekuntung) on

Dalam postingannya itu Ari juga mengungkapkan kekagumannya pada ustadz-ustadz di Tanah Air yang memiliki metode unik dan beragam.

“Itulah hebatnya guru-guru kita di indonesia ini memiliki metode dakwah yang berbeda dan unik-unik. Lain lagi Ustadz @fatihkarim juga memiliki metode pendekatan menarik yang lain lagi. Bukan hanya mereka, banyak ustadz-ustadz lainnya di NKRI masing-masing memiliki style yang secara spesifik berbeda. Segementasi jemaahnya pun juga berbeda, masing-masing bicara dengan bahasa kaum jamaahnya yang berbeda,” tutur Ari.

Meski berbeda style, lanjutnya, para ustadz tersebut tidak saling menyalahkan, apalagi merasa metodenya yang paling benar. Mereka tidak merasa metodenya yang sudah pasti diterima dan yang lain salah.

Para ustadz, sebut Ari, mencontohkan adab-adab mulia dan saling respect. Menurutnya, berbeda bukan berarti menjadi halal utk saling memfitnah, malah tambah saling menyayangi. Jika yang satu memberikan ceramah, yang lainnya jadi jamaah. Akan begitu pula sebaliknya. Sama-sama berilmu, sama-sama tawadhu.

“Minder aku. Aku mampunya cuma masih jadi pendosa yang belajar nyari serpihan hikmah dari guru-guru hebat ini ajah ah,” tambah Ari.

Di ujung postingannya Ari menilai, para ustadz asalnya boleh berbeda, metodenya boleh berbeda, style dakwahnya boleh berbeda, segmennya boleh berbeda, tapi rujukannya sama-sama berasal dari ajaran Rasulullah. tujuannya sama-sama (mencari) Ridha Allah.

“Semoga doaku diijabah kita semua bisa rangkulan lagi,” pungkasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here