Hadapi Orang Munafik, Belajarlah dari Imam Syafi’i

285

Jakarta, Muslim Obsession – Umat Islam tentu tidak asing lagi dengan sosok ulama hebat bernama Imam Syafi’i. Apalagi bagi anak santri. Ya, Imam Syafi’i adalah ulama fiqih yang mazhabnya dipakai oleh umat Islam dunia. Termasuk Indonesia, mayoritas menggunakan mazhab Imam Syafi’i.

Imam Syafi’i bukan saja dikenal sebagai ulama fiqih yang memahami hukum-hukum Islam. Dia juga dikenal sebagai ulama sufi yang mengusai banyak sekali cabang ilmu. Selain Imam Syafi’i, banyak juga imam-imam lain yang memiliki mazhab berbeda, seperti Imam Malik, Imam Hambali, dan Imam Hanafi.

Meski Imam Syafi’i adalah seorang ulama hebat yang memiliki banyak sekali pengikut, jutaan orang. Namun dalam kisahnya ada juga orang yang tidak suka dengan Imam Syafi’i. Dia adalah orang munafik, ketika di depan Imam Syafi’i berlaku baik, tapi di belakang dia menusuk.

Cerita Imam Syafi’i saat bertemu dengan orang munafik itu diceritakan oleh KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha. Dalam sebuah ceramahnya di akun instagram @ngaji1menit_official yang dikutip Muslim Obsession, Rabu (24/6/2020), Gus Baha menceritakan soal itu.

“Imam Syafi’i itu pernah ada orang di depan baik sekali sama beliau. Tapi kalau sudah keluar dari Imam Syafi’i dia jelek-jelekin, maki-maki, memfitnah. Dia orang munafik,” ujar Gus Baha.

Suatu saat kata Gus Baha, muridnya datang menemui sang Imam. Dia mengatakan kepada Imam Syafi’i bahwa orang yang selalu berbuat baik di depan Imam, di belakang justru sebaliknya, sukanya memaki-maki dan memfitnah Imam Syafi’i. Lalu apa jawaban Imam Syafi’i.

“Imam Syafi’i malah senang tertawa dia, hahaha,” kata Gus Baha sambil ekspresi tertawa.

“Alhamdulillah,” kata Imam Syafi’i

“Muridnya kan janggal. Ini bagaimana Guruku, dikasih tahu malah bilang alhamdulillah, di belakang kan dia maki-maki,” kata Gus Baha.

Kata Imam Syafi’i, lanjut Gus Baha “Berarti saya ini orang yang wibawa, di depanku dia tidak berani. Jadi dianggap enteng saja sama Imam Syafi’i,” tutur Gus Baha.

“Tapi kan dia bahaya bagi anda. Kan dia memfitnah anda begini-begini,” kata Gus Baha menjelaskan dialog Imam Syafi’i dengan muridnya.

Kepada muridmya Imam Syafi’i menjelaskan bahwa Allah itu dzaka. Bagi Imam Syafi’i, jika yang gunjing itu manusia itu tidak masalah. Imam Syafi’i tidak masalah dibenci, dan kritik oleh manusia. Asalkan bukan Allah, asalkan Allah tidak marah kepadanya, bagi dia tidak masalah.

“Kalau yang ngritik Allah, yang marah Allah itu bahaya, kalau lainnya itu nggak bahaya. Karena dia makhluk, dhoif (lemah). Tidak penting, karena kalau sampai kamu tersiksa dikritik orang itu berarti kamu anggap makhluk itu penting. Yang penting itu Allah,” jelasnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here