Hadapi Covid-19 dengan Ikhtiar Medis dan Teologis

66

Oleh: dr. Tjatur Prijambodo, M.Kes (Direktur RS Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan Sidoarjo)

Saat ini semakin tinggi resiko untuk terpapar Covid-19, terbukti dengan penambahan masyarakat yang terkonfirmasi Positif Covid, semakin banyak. Oleh karenanya untuk menjaga diri dan keluarga dari Covid-19, ada beberapa hal yang harus kita pahami.

Membicarakan Pandemi ini, tidak bisa dipisahkan antara aspek MEDIS dan TEOLOGIS (Spiritual). Jangan mengedepankan salah satunya. Jika hanya MEDIS yang dikedepankan, yang terjadi adalah kesombongan. Jika hanya TEOLOGIS yang dikedepankan, yang terjadi adalah kesalah-pahaman.

Penyakit karena Virus (termasuk Covid-19), disebut Penyakit yang SELF LIMITING DISEASE. Penyakit yang bisa disembuhkan diri sendiri jika Imunitas/Daya Kekebalan Tubuh baik. Maka SENJATA UTAMA untuk menghadapi Covid-19 adalah IMUNITAS YANG TINGGI (BAIK).

Islam menganjurkan untuk terus berikhtiar meningkatkan imun, dengan Ikhtiar Medis dan Teologis.

Ikhtiar Medis di antaranya adalah:

1. Istirahat yang cukup

2. Tidur tidak terlalu larut malam

3. Makan dengan gizi seimbang.

4. Minum air, minimal 1,5 liter (6 gelas belimbing)

5. Olahraga atau aktifitas ringan di rumah.

6. Jika perlu, minum Multivitamin atau Probiotik.

Sementara Ikhtiar Teologis antara lain:

1. Memperbanyak Istighfar, karena akan membuat hati bersih, yang akan meningkatkan sistem imun. “Dan tidaklah (pula) Allah akan mengadzab mereka, sedang mereka meminta ampun,” (QS Al-Anfaal 33).

2. Memperbanyak sedekah. Berdasarkan studi oleh Jorge Moll dari National Institutes of Health, terbukti bahwa ketika seseorang melakukan donasi atau sedekah, beberapa area di otak yang terkait dengan kenyamanan, koneksi sosial, dan rasa percaya, turut aktif sehingga menciptakan efek positif terhadap perasaannya, juga membuat otak melepaskan hormon endorfin, memproduksi hormon dopamin serta oksitosin yang mampu meningkatkan imunitas tubuh dan mengurangi stres.

“Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung,” (QS. Al-Hasyr 9) dan “Sedekah itu menutup tujuh puluh pintu kejahatan,” (HR. Thabrani).

3. Sabar terhadap semua skenario Allah ini. Sabar dalam arti tetap berikhtiar melakukan langkah pencegahan. Sabar dan Sholat sesungguhnya menjadi kunci utama peningkatan sistem imun, sesuai QS. Al-Baqarah ayat 153, “Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah SABAR dan SHALAT sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”.

4. Selalu mengingat Allah, dengan berdzikir. Karena saat mengingat Allah, hati menjadi tenang, otak me-realease hormon oksitosin yang akan meningkatkan sistem imun. (QS. Ar Ra’dhu: 28). Tubuh akan memproduksi Natural Killer Cell (NK Cell), saat seseorang berada dipuncak spiritualitasnya karena selalu mengingat Allah.

5. Berdoa Tanpa Henti. Menghilangkan stress dan membuat bahagia, memunculkan Hormon Kebahagiaan. “Tidak ada yang dapat mencegah takdir, kecuali doa.” (HR. Al-Hakim).

Serta tetap menerapkan Protokol Kesehatan:

1. Memakai masker, melindungi fisik. Berdzikir melindungi lahir dan batin.

2. Mencuci tangan, disertai ringan tangan (sedekah) dan rajin menengadahkan tangan (berdoa), terutama di sepertiga malam.

3. Menjaga jarak penting, jaga iman juga penting.

4. Menjauhi kerumunan, jangan lupa juga jauhi kemaksiatan.

5. Membatasi mobilitas, jangan lupa tetap ke masjid yang menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

6. Menghindari makan bersama (selain keluarga di rumah), dan jangan makan berlebihan (QS. Al-A’raf: 31).

Maka, tetaplah sabar dengan menjalankan Protokol Medis dan Teologis, insyaa Allah kita akan dihindarkan dari penyakit apapun dan akan diberi kesehatan yang optimal.

Aamiin, Yaa Robbal ‘Aalamiin.

Wallahu a’lam bish shawab.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here