Habibie Ibarat Buku Terbuka, Menerima Kritik Secara Elegan

47
Ketum Muhammadiyah, Haedar Nashir.
Ketum Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menilai Habibie adalah Presiden pertama di era reformasi yang meletakkan dasar demokratisasi yang menjadi tonggak bagi Indonesia baru.

Meski terkait dengan Orde Baru dan orang terdekat Soeharto, Habibie dinilai Haedar justru tampil menjadi negarawan dan demokrat yang kata sejalan tindakan, sehingga ibarat buku terbuka yang bersedia menerima kritik publik secarara elegan.

“Habibie juga Presiden sekaligus tokoh bangsa yang dengan pendidikan Jerman-nya yang  ahli pesawat terbang membuka lembaran baru Indonesia yang modern dan maju. Dia sosok moralis dan rasional yang memadukan imtak dan iptek yang sangat relevan bagi bangsa Indonesia di era modern,” kata Haedar, seperti dilansir dari muhammadiyah.or.id, Kamis (12/9/2019).

Haedar menambahkan, saat ini tidak banyak tokoh utama di Republik Indonesia yang memiliki karakter dan kualitas lengkap sebagai negarawan sekaligus tokoh kemajuan yang menjadi idola dan role-model generasi muda bangsa lintas.

Haedar berharap semoga bangsa Indonesia terus belajar dari semangat BJ. Habibie.

Dalam konteks umat Islam, Habibie diakui Haedar telah mengangkat marwah Islam Indonesia yang modern dan berkarakter tanpa kehilangan sikap inklusifnya dalam masyarakat majemuk.

“Beliau peduli pada sumberdaya insani yang unggul dan menguasai teknologi, sekaligus menjadi teladan yang kata sejalan tindakan. Para elite dan generasi muslim perlu belajar dari ketokohan Habibie, selaku tokoh besar yang dihormati semua pihak karena integritas dan keteladanannya. Kita kehilangan negarawan besar  yang visioner bagi masa depan Indonesia,” pungkasnya. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here