Habib Rizieq Pasti Balik, Aparat Tak Perlu Panik

2407
Ketua Umum Parmusi H. Usamah Hisyam saat membangun komitmen dengan Habib Rizieq Shihab di Makkah akhir Desember 2017 untuk mewujudkan izzul Islam wal muslimin dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) H. Usamah Hisyam mengatakan, aparat keamanan tidak perlu panik menghadapi kepulangan Imam Besar Habib Rizieq Syihab ke tanah air.

Sebaliknya, kata Usamah, aparat keamanan harus bersikap kooperatif terhadap kepulangan ulama besar yang dinanti-nantikan oleh jutaan umat Islam Indonesia itu.

“Saya yakin, jutaan umat Islam dari berbagai daerah yang akan menyambut kedatangan Habib Rizieq akan berjalan tertib dan damai bila aparat keamanan bersikap kooperatif, tidak melakukan penangkapan di bandara Soeta,” tutur Usamah Selasa (20/1/2018) dini hari di kantornya di kawasan Jakarta Selatan usai memimpin rapat terbatas teklap Laskar Parmusi yang akan ikut serta mengamankan kedatanganan Habibi Rizieq, Rabu (21/2/2018) di bandara Soekarno Hatta.

Usamah mengaku sangat heran adanya kesibukan aparat keamanan terhadap kepulangan Habib.

“Apa sih yang ditakutkan dari seorang Habib Rizieq? Lha beliau itu kan seorang ulama. Saya sudah bicara dari hati ke hati dengannya di Makkah. Beliau mengatakan ingin kembali ke Tanah Air untuk membangun Markaz Syariah di Mega Mendung, Bogor, untuk berdakwah amar makruf nahi munkar. Itu kan baik?” tutur mantan bendahara Reuni 212 tersebut.

Anggota Penasihat Persaudaraan Alumni 212 ini mengemukakan, sejatinya ada kesamaan cita-cita antara Habibi Rizieq dan Presiden Joko Widodo.

“Dua-duanya ingin bangsa ini baik ke depan. Dua-duanya ingin membangun negeri. Bahasanya saja yang berbeda. Satu Revolusi Akhlak melalui dakwah amar makruf nahi mungkar, satunya lagi Revolusi Mental melaui pemberantasan korupsi. Satunya ulama, satunya umaro. Bila keduanya bisa berjalan dalam rel perjuangannya masing-masing dan saling menghormati, itu kan bisa memperkuat bangsa ke depan,” papar Usamah.

Oleh karena itu Usamah mengimbau aparat keamanan tidak arogan menjadikan hukum sebagai alat untuk melakukan kriminalisasi terhadap ulama dan aktifis pergerakan Islam.

“Waktu saya bicara dengan Presiden, bahwa sekembalinya dari Makkah Habib Rizieq akan lebih banyak konsentrasi membangun pondok pesantrennya di Mega Mendung, Presiden balik bertanya, apa mungkin Pak Usamah, Habib Rizieq yang suka aksi, yang senang orasi, bisa tinggal tenang di pesantren? Saya jawab, insya Allah, Pak,” cerita Usamah.

Mantan anggota Komisi I DPR RI yang pernah menjadi Koordinator Perjalanan Umrah Keluarga Joko Widodo menjelang Pilpres 2014 tanggal 6-8 Juli 2014 ini meyakini, bila situasi dan kondisi masyarakat Indonesia sudah baik, tak ada lagi maksiat, tak ada lagi narkoba, tak ada lagi korupsi, maka seluruh ulama akan duduk tenang di pondok pesantrennya, di masjidnya masing-masing.

“Bilamana tidak, ya wajar saja bila ada ulama seperti Habib Rizieq yang hendak mencegah kemungkaran. Itu kan baik. Bahasa islaminya Revolusi Akhlak, bahasa nasionalnya Revolusi Mental,” tandas Usamah.

Ketika ditanya apa yang membuat dirinya yakin bahwa Habib Rizieq Syihab akan kembali ke Tanah Air pada Rabu (21/2/2018), Usamah mengungkapkan bahwa beberapa jam sebelumnya ia telah berkomunikasi dengan Habib Rizieq.

“Saya tanya langsung. Bib, di Tanah Air beritanya simpang siur, ada yang bilang antum batal balik ke Jakarta, ada juga yang bilang akan kembali. Habib Rizieq langsung menjawab, Afwan, ana tidak pernah bilang ke siapapun tidak pulang, kepada semua orang ana hanya katakan tunggu hasil istikhoroh,” ujar Usamah mengutip kata-kata Habib Rizieq.

Menurut Usamah, itulah sikap seorang ulama yang tawadhu’. Beliau selalu memohon petunjuk Allah. Apalagi posisi Habib berada di Kota Suci Mekkah.

“Saya yakin, kata-kata Habib itu merupakan isyarat kepulangannya. Karena kalau tidak berniat pulang, pasti beliau mengatakan tidak akan pulang,” tandas Usamah yang mengaku hampir setiap malam berkomunikasi dengan Habib Rizieq. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here