Habib Rizieq Ajak Masyarakat Hindari Krumunan, dan Stop Kegaduhan

95
Habib Rizieq Shihab saat tiba di di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/11/2020).

Jakarta, Muslim Obsession – Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab meminta maaf terkait kerumunan massa simpatisannya di sejumlah lokasi seperti Bandara Soekarno-Hatta, Petamburan, Tebet hingga Megamendung, Bogor.

“Saya meminta maaf ke masyarakat, di bandara, di Petamburan, Tebet dan Megamendung terjadi penumpukan yang tidak terkendali,” ujar Rizieq dalam reuni 212 daring yang ditayangkan di Youtube Front TV, Rabu (2/12).

Rizieq meminta agar jamaahnya tidak lagi membuat kerumunan. Ia juga telah membatalkan jadwal safari ke sejumlah daerah hingga pandemi Covid-19 berakhir..”Saya dengan DPP FPI, kita stop tidak ada kerumunan lagi bahkan jadwal ke daerah kita stop sampai pandemi berakhir,” ujar dia.

Habib Rizieq menambahkan, menjaga protokol kesehatan merupakan bagian dari akhlak. Karena itu, Rizieq meminta agar masyarakat dan simpatisannya menjaga protokol kesehatan.

“Ayo kita jaga protokol kesehatan, sering-sering cuci tangan. Dan saya ajak semua dengan semua revolusi akhlak kita pandang pandemi agar bisa wabah ini diangkat oleh Allah,” ujar Rizieq yang dalam kesempatan itu mengenakan masker dan pelindung wajah.

Habib Rizieq juga turut mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk menghentikan segala kegaduhan yang terjadi di Indonesia. Kini, Habib Rizieq mengatakan sangat terbuka untuk berdiskusi tentang kemajuan bangsa Indonesia.

“Saya minta semua pihak, ayo mulai hari ini setop kegaduhan. Mau sampai kapan kita terus bergaduh. Ayo buka pintu dialog, ayo kita diskusi, berargumentasi dengan sehat,” tegasnya.

Menurut dia, sebaiknya tidak ada yang berpikir negatif ketika mendengar frase revolusi akhlak. Tidak betul, kata Habib Rizieq, apabila revolusi akhlak ini dikaitkan dengan revolusi bersenjata maupun pemberontakan.

“Revolusi akhlak jangan digambarkan sebagai revolusi berdarah-darah, revolusi makar, revolusi menjatuhkan pemerintahan yang sah, revolusi bughot atau khawarij. Tidak begitu,” ujarnya.

Karena, Habib Rizieq Shihab mengatakan, para habaib di Indonesia dididik oleh para guru dengan mazhab ahlussunnah wal jama’ah. Sehingga, tidak boleh ada upaya pemberontakan terhadap pemerintahan yang sah.

“Kita ahlussunnah wal jama’ah, kita selalu membuka diri untuk dialog, diskusi, kita saling kritik dan saling memperbaiki. Kami tidak boleh melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan yang sah, tidak boleh,” jelas dia.

Tapi, kata dia, memang harus objektif juga terhadap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, baik dan bagus tentu diapresiasi serta dijalankan secara bersama-sama. Namun, jika ada kebijakan yang tidak populer, membahayakan keselamatan bangsa dan negara, kebijakan yang menindas rakyat itu wajib dikritisi.

“Mengkritik pemerintahan yang sah, itu bukan makar dan bukan pemberontakan. Ini yang perlu saya jelaskan. Jadi tidak ada pemberontakan. Kita ahlussunnah wal jama’ah, ini negeri dakwah untuk berbuat baik termasuk para penguasa, pemerintah,” kata dia. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here