Habib Ali Al-Jufri Sampaikan Adab Ilmu di UIN Semarang

376
Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al-Jufri.

Semarang, Muslim Obsession – Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al-Jufri sampaikan pesan adab ilmu di UIN Walisongo, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (4/12/2019).

Selain itu, dalam bahasa Arab yang disampaikan penerjemah, Habib Ali Al Jufri memaparkan peran dan keteladanan Walisongo, pentingnya adab dan pembersihan jiwa bagi orang yang berilmu.

“Ilmu yang didapati dengan mengamalkan, hasilnya adalah setiap ilmu makin bertambah, maka makin merunduk kita. Seperti pohon sebelum berbuah, kalian lihat, masih tegak lurus berdiri. Tapi kalau sudah mulai berbuah, mulai ada berat beban yang dibawa, mulai semakin merunduk,” katanya, seperti dikutip dari NU, Kamis (5/12/2019).

Habib Ali juga membahas panjang lebar tentang kemanusiaan dan religiusitas, mulai abad pertengahan, di mana terjadi pertentangan antara agama dengan sains. Dirinya juga menyitir dari khazanah klasik, yaitu membandingkan religiusitas Sayyidina Ali yang benar dengan religiusitas Abdurrahman bin Muljam yang menyeleweng.

Di akhir pemaparan, Habib Ali membuka tanya jawab kepada audiens. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah soal perbedaan pendapat mengucapkan selamat hari raya agama lain, yang dalam konteks saat ini Habib Ali Al Jufri membolehkannya.

“Ucapan di masa kita ini tidak mengakui akidah mereka, melainkan sebagai bentuk kebajikan,” ujarnya.

Dalam menguatkan argumen ini, dirinya mengutip Firman Allah SWT dalam Al-Quran surat Al-Mumtahanah ayat 8. Meski demikian, tetap menghormati pendapat yang mengatakan mengucapkan selamat hari raya agama lain itu haram, dan tidak menganggap mereka itu keras.

“Ini bukan perkara ijma, tapi ini perkara ijtihad,” imbuhnya disertai imbauan untuk tidak saling menyalahkan dan menghujat satu sama lain.

Dalam sesi tanya jawab yang kedua, Habib Ali Al Jufri ditanya, bagaimana menyikapi banyak orang yang cinta kepada dirinya, namun tidak semua setuju dengan pendapatnya. “Katakan pada mereka, saya juga cinta dan lanjutkan perbedaan ini,” jawabnya diikuti tepuk tangan hadirin.

Rektor UIN Wali Songo Semarang Prof H Imam Taufiq menyampaikan syukur luar biasa atas kehadiran habubunal kiram, habib kita tercinta.

“Kita kehadiran sosok yang cemerlang penerus Nabi, cucu Kanjeng Nabi yang doa dan karamahnya kita dambakan. Karena itu, kami atas nama Pimpinan UIN Walisongo menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Dan mohon barakah doanya untuk Kampus UIN Wali Songo Semarang,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, bahwa Wali Songo adalah Wali Sembilan yang mengajarkan dakwah di Indonesia dengan rahmah, dengan santun, dengan penuh kasih sayang.

“Tidak mengedepankan kekerasan. Hasilnya efektif, mengislamkan Indonesia yang luar biasa, khususnya di Pulau Jawa. Wali Songo mengajarkan kita cinta tanah air dan bangsa yang luar biasa” pungkasnya. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here