Habbatussauda, Obat Beragam Penyakit?

236
Habbatussauda
Habbatussauda atau jintan hitam.

Muslim Obsession – Di kalangan masyarakat Muslim tanah air, Habbatussauda menjadi nama yang tak lagi asing. Seiring berkembangnya pengobatan ala Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, penggunaan Habbatussauda sudah semarak bahkan ada yang menjadikannya sebagai bagian dari life style.

Habbatussauda atau jintan hitam merupakan salah satu tanaman herbal yang cukup populer di seluruh dunia. Dalam bahasa latin, Habbatussauda disebut Nigella sativa. Selain digunakan sebagai bumbu penyedap makanan, sejumlah penelitian mengungkapkan jika Habbatussauda memiliki manfaat untuk mengatasi berbagai penyakit.

Manfaat Habbatussauda tersebut juga dapat diketahui dari sebuah hadits Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sebuah hadits yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha mengabarkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Al-Habbah As-Sauda’ ini adalah kesembuhan (obat) dari setiap penyakit kecuali dari As-Sam”. Kataku (Aisyah): Apa itu As-Sam? Jawab Nabi Saw.: “Kematian”,” (HR. Bukhari).

Lalu, apa sebenarnya Habbatusauda itu? Dikutip dari DokterSehat, Habbatussauda sejatinya merupakan biji jintan hitam yang berasal dari tanaman berbunga tahunan bernama Nigella sativa dari keluarga Ranunculaceae. Habatussauda merupakan tanaman semak belukar yang tumbuh liar dengan batangnya yang pendek kurang lebih setinggi 50 cm.

Karena terkenal mampu mengatasi berbagai penyakit, beberapa manfaat Habbatussauda yang banyak digunakan masyarakat adalah mengatasi masalah ambeien, diare, konstipasi, hingga perut kembung.

Selain itu, Habbatussauda juga kerap digunakan untuk menangani kondisi medis lain seperti asma, bronkitis, alergi, flu dan batuk. Bahkan, beberapa orang menggunakan habbatussauda untuk mengatasi penyakit yang lebih serius seperti kanker, menurunkan tekanan darah dan kolesterol atau meningkatkan sistem imunitas.

Salah satu kunci efektivitas habbatussauda atau jintan hitam sebagai obat herbal terletak pada 3 senyawa alami yaitu thymoquinone (TQ), thymohydroquinone (THQ), dan timol.

Thymoquinone merupakan senyawa kuat aktif yang terdapat di dalam biji jintan hitam. Senyawa ini dikatakan mempunyai efek antikanker. Selain itu, uji laboratorium menunjukkan bahwa thymoquinone dapat secara efektif menghambat pertumbuhan sel limfoma mieloid dan kanker darah.

Merujuk pada hadits di atas, Ibn Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari mengatakan, maksud Al-Habbah As-Sauda’ itu merupakan kesembuhan (obat) bagi setiap penyakit ialah, bahwa ia tidak dipakai pada semua penyakit begitu saja, tetapi kadang-kadang dipakai sendirian dan kadang-kadang dipakai dengan campuran bahan lainnya, kadang-kadang dipakai dengan ditumbuk hingga halus dulu dan kadang-kadang tidak, kadang-kadang dimakan, diminum, dimasukkan hidung, ditempelkan dan lainnya.

Dan ada yang mengatakan, sabda Nabi: “dari segala penyakit” itu maksudnya dari segala penyakit yang bisa diobati dengannya, karena Al-Habbah As-Sauda’ itu memang bermanfaat bagi penyakit-penyakit dingin, sedang penyakit-penyakit panas itu tidak. Hal ini menunjukkan bahwa Al-Habbah As-Sauda’ adalah obat yang sangat berfaidah dan banyak terdapat pada zaman Nabi Muhammad Saw., meski cara berobat dengan Habbatussauda perlu dipelajari. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here