Gus Baha: Yang Bilang Doa Tak Sampai ke Mayit Salah Besar

401
Gus Baha. (Foto: Santri Gayeng)

Jakarta, Muslim Obsession – Di kalangan umat Islam masih ada yang beranggapan doa yang dipanjatkan orang lain tidak akan sampai ke mayit atau ahli kubur. Namun KH. Bahauddin Nursalim, atau yang akrab dipanggil Gus Baha, menyebut pendapat itu tidak benar.

Dalam satu sesi pengajian kitab Tafsir Jalalain membahas tafsir ayat 19 – 27 Gus Baha menjelaskan terkait polemik ini. Ia menegaskan bahwa seharusnya umat muslim meyakini bahwa doa akan sampai kepada ahli kubur.

Pasalnya hal tersebut telah dilakukan sejak zaman Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad Saw. Para kekasih Allah itu selalu dan mengajarkan kepada umat Islam agar senantiasa mendoakan saudara-saudaranya yang sudah meninggal. Semua aliran dalam Islam sepakat terkait hal itu.

“Tidak ada aliran manapun di Islam ini yang memungkiri kalau doa itu sampai kepada mayit, meskipun ada yang mengkritik tahlilan, acara 7 hari mayit oke tidak apa-apa ada yang mengkritik, Tapi kalau meyakini doa tidak sampai kepada mayit itu tidak ada dalam firqoh ulama manapun,” tegas Gus Baha dalam sebuah ceramahnya yang tersebar di media sosial.

Gus Baha juga menyebut bahwa doa itu sampai ke mayit itu dibuktikan dengan adanya shalat jenazah. Semua aliran Islam sepakat bahwa shalat jenazah itu salah satu isinya adalah mendoakan mayit. Sama tahlilan juga mendoakan mayit, namun sebagian dicap sebagai bentuk bid’ah.

“Meskipun ada yang mengkritik kaifiyah (tata cara) misalnya dikatakan tahlil itu bid’ah tidak masalah ada yang mengkritik seperti itu. Tapi kalau sampai mengatakan doa tidak sampai kepada mayit itu salah besar, karena semua sepakat doa sampai kepada mayit,” lanjutnya.

“Karena doa itu diajarkan Nabi Ibrahim, Nabi Muhammad Semuanya berdoa” :

رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ

Artinya : Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat) .” (QS. surat Ibrahim ayat 41)

Selain itu terdapat pula dalam surat Muhammad ayat 19 :

فَاعْلَمْ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْۢبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِۚ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوٰىكُمْ

Artinya : Maka ketahuilah, bahwa tidak ada tuhan (yang patut disembah) selain Allah dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat usaha dan tempat tinggalmu.

“Karena sesungguhnya yang mati itu adalah jasad, karena ruh ini tidak pernah mati, maka dia ada masalah besar ketika menghadapi malaikat munkar nakir dan menghadapi macam – macam karena dia hidup,” terang Gus Baha

“Nah, yang bisa kita ingkari adalah kisah berlebihan seperti cerita kejawen kalau malam apa dia pulang ke rumah, lalu dikamarnya diberi rokok karena zaman di dunia dia senang rokok. Wah kalau itu tidak cuma bid’ah itu sudah ngawur sekali,” pungkasnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here