Gus Baha: Panduan Cara Memilih Presiden

1332
KH. Bahaudin Nur Salim atau biasa disapa Gus Baha.
KH. Bahauddin Nur Salim atau Gus Baha.

Muslim Obsession – KH. Bahaudin Nur Salim atau biasa disapa Gus Baha meminta kepada para jamaah yang mengaji dengannya harus terlatih mensifati sifat Allah, karena Allah itu Ar-rozak dzat yang maha memberi rizki, Allah itu Al-Qowi dzat yang kuat, Allah yang mengurusi kehidupan kita.

“Sehingga kita jika yakin yang memberi rizki itu Allah, dunia diatur Allah, kamu akan anggap Pilpres itu tidak terlalu serius, sehingga tidak perlu bertengkar karena beda pilihan, pada akhirnya kamu berkata, ‘kalau Presidennya ini pasti makmur.’ Apa Presiden itu Tuhan?” kata Gus Baha dalam ceramahnya, seperti dikutip Muslim Obsession dari YouTube, Rabu (3/4/2019).

Menurut Gus Baha, kita itu mukmin, kalau kita sudah menjadi mukmin, harus menyakini bahwa yang memberi rizki itu Allah, yang maha memberi anugerah itu juga Allah, yang maha memberi nikmat juga Allah. Jadi perkara dunia itu hanya lucu-lucuan belaka, biasa saja, tidak usah ribut.

“Meski kita harus memilih Presiden, karena kita adalah bangsa yang baik, paham ya? Tapi juga harus biasa saja, tetap Allah itu arrozak, Al-Mumim, Al-Mutaqabir. Padahal sudah biasa membaca Asmaul Husna, kok malah perkataannya tidak benar atau karu-karuan,” paparnya.

Kiai asal Rembang itu juga menyarankan, jika memilih calon Presiden, memilihlah dengan standar ijtihad fiqih. Ijtihad itu boleh dengan sesuatu yang kita anggap baik.

“Kalau kamu tidak bisa ijtihad, ya kamu ikut guru saja daripada ribet. Kamu cuma punya satu otak. Guru tetap lebih berpengalaman daripada kamu, kecuali kamu itu mustaqil atau orang yang luas pemikirannya, bisa ijtihad sendiri lebih tahu, itu tandanya kamu keren. Keren ngawurnya tapi,” pungkas Gus Baha yang dikuti tawa para jamaahnya. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here