Gus Baha: Manusia Hakikatnya Tidur, Baru Setelah Mati Dia Terbangun

1469
Gus Baha. (Foto: narasi)

Jakarta, Muslim Obsession – Bagi orang awam pasti semua menyangka saat ini manusia dalam keadaan hidup, dan sedang terbangun. Namun bagi sebagian orang tidak. Mereka meyakini saat ini manusia justru tengah tertidur lelap.

KH Bahauddin Nursalim atau Gus Baha termasuk yang meyakini manusia sekarang tengah tertidur. Baru setelah meninggal mereka akan terbangun, dan memulai menjalani kehidupan yang nyata. Manusia hidup ini seolah hanya mimpi. Karena hidup yang sesungguhnya ada di akhirat.

“Manusia hakikatnya tidur, baru setelah mati dia terbangun,” ujar Gus Baha dalam sebuah kajian ceramahnya yang dikutip Muslim Obsession di istagram santri gayeng, Kamis (26/11/2020).

“Jadi selama di dunia kita selalu menganggap uang itu penting, jabatan itu penting. Tapi setelah mati kamu akan sadar semua itu tidak penting. Karena yang terpenting di akhirat itulah sujud kita kepada Allah,” tambah Gus Baha.

Gus Baha menyatakan, bahwa satu-satunya kenangan terindah di akhirat ketika di dunia itu adalah sujud. Bukan punya pangkat atau punya uang. “Nah! kamu akan sadar itu setelah kamu mati. Kalau sekarang kamu masih menganggap uang dan pangkat yang penting. Karena jiwa dan batinmu tertidur,” jelas Gus Baha.

“Jadi kesadaran bahwa shalat itu lebih penting dari dunia dan seisinya itu nanti nunggu ketika kamu di akhirat,” jelasnya.

Ketika orang tidak punya kesadaran bahwa shalat itu lebih penting dari dunia dan seisinya, maka ketika terbangun dari tidur, orang-orang ini kata Gus Baha, akan menyesal, dan meminta untuk dikembalikan lagi di dunia. Namun sayang, permintaan itu sudah tidak bisa dikabulkan oleh Allah SWT.

Gus Baha meyakini ini, karena memang janji Allah menjadikan akhirat kekal. Ulama besar Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin kata dia, juga sebelumnya lebih dulu menyatakan bahwa hakikatnya manusia sekarang tertidur.

“Kalau ada yang bilang nggak pak hidup ini nyata ko, tidak mimpi. Loh orang kalau lagi mimpi juga semua menyangka bahwa itu nyata. Setelah terbangun baru kita sadar, ohhh… Ternyata tadi cuman mimpi. Jadi memang jangan-jangan kita saat ini sedang tertidur, tapi kita nggak sadar,” jelasnya.

Gus Baha kembali mengingatkan di tengah kesibukan di dunia, terkadang kesadaran manusia akan adanya hari akhir dan pembalasan itu sangat lemah. Mengapa bisa seperti itu? Karena hati kita jauh dari Allah SWT. Sehingga kesadaran itu tidak pernah muncul.

“Ayuk sekarang kita ini kan setiap hari lebih banyak pusing ngurusin dunia, dari pada pusing mikirin kehidupan di akhirat. Kesadaran kita terhadap Allah itu memang masih lemah,” jelasnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here