Gus Baha: Komunis Terzhalimi Atau Tidak, Tetap Salah

446
Gus Baha.
Gus Baha.

Jakarta, Muslim Obsession – Isu komunisme tak luput dari sorotan kiai muda KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha. Ia punya pandangan sendiri mengenai paham komunis dan isu-isu komunis yang juga akhir-akhir ini kembali ramai diperbincangkan.

Sederhana dan mudah dipahami, itulah gaya ngaji Gus Baha. Termasuk dalam menerangkan bahaya bagi muslim yang membela komunisme.

Dalam video yang diunggah channel YouTobe @Hikmah Ulama berdurasi 10 menit 55 detik itu, awalnya Gus Baha menjelaskan tentang jihad. Ia menegaskan Bahwa, Jihad itu tidak termasuk dalam rukun Islam.

“Nabi juga tidak pernah memasukkan Jihad bagian dari rukun Islam. Jihad itu kondisional. Jadi, kalau harus jihad, ya jihad. Tetapi, jihad tidak pernah menjadi bagian dari rukun Islam,” tegas Gus Baha.

Menurut Gus Baha, masalah jihad ini perlu disampaikan karena sekarang, banyak orang beranggapan, bahwa, orang yang sudah syahadat, sudah shalat, sudah puasa, hanya karena tidak jihad, kemudian disebut tidak Islam.

“Itu salah besar. Karena rukun Islam itu, di semua hadits sahih tidak pernah memasukkan jihad sebagai bagian dari rukun Islam,” ulangnya.

Tak kalah menarik, Gus Baha kemudian menyebut soal jihad melawan komunis. Gus Baha cerita bahwa dirinya baru saja bertemu dengan beberapa kiai di Kanjen, Jawa Tengah. “Saya akan beritahu Anda semua tentang ciri khas ulama, meski kita sendiri tidak perlu mengaku sebagai ulama,” tegasnya.

Menurut Gus Baha, ulama juga punya kelemahan. Termasuk dalam menghadapi harta dan wanita. Kalau ada orang tidak tertarik keduanya, maka, tidak normal. “Saya mau terangkan (soal komunisme). Awas kalau tidak paham,” tegasnya.

Gua Baha tidak mau terlalu jauh mengomentari tentang sejarah komunisme di Indonesia. Karena bisa jadi sejarah dibolak-balik kebenarannya.

“Kamu jangan jadi LSM yang terjebak isu pemutarbalikan sejarah. Misalnya begini: wah itu dulu (PKI) hanya ciptaan Orde Baru, sebetulnya kejadiannya tidak begitu. Sejarah itu (memang) bisa dibolak-balik. Oke sejarah memang bisa dibolak-balik, tetapi, kita harus ikuti yang resmi, karena Islam itu tidak mau ribet,” jelasnya.

Bagi Gus Baha, baik komunis itu menjadi korban dari kekerasan pemerintah atau tidak, tetap saja segala sesuatu yang mengajarkan masyarakat untuk tidak percaya kepada Tuhan itu salah. Apalagi Islam harus meyakini Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang wajib disembah.

“Simak dengan serius. Ini fatwa saya. Sampai saya bertemu Allah Swt, fatwa saya tetap seperti ini. Yang terpenting dalam aqidah Islam, kamu membenarkan satu ormas atau satu organisasi politik atau satu gerakan apa saja, cek itu dari ajarannya apa? Tidak penting sejarah.”

“Menurut ajaran Islam, kalau orang mengajak kepada komunisme, mengajak ateisme, tidak bertuhan, itu pasti ajaran yang salah. Meskipun, orang itu berperadaban secara benar, meski pun orang itu, berposisi terzhalimi,” jelas Gus Baha.

“Misalnya ada orang yang didholimi, kemudian mengajarkan komunisme hanya karena didholimi, ini berbahaya. Biasanya orang-orang LSM tertentu kemudian simpati, kalau sudah simpati, membenarkan. Kamu tidak perlu ikut seperti itu. Kalau ajarannya salah, ya salah. Baik orang (komunis) itu terdholimi atau tidak,” tegasnya.

Sekarang ini, lanjut Gus Baha, ajaran komunisme (PKI), baik itu terzhalimi atau tidak, ajarannya tetap salah, karena mengajak tidak bertuhan. “Sekarang ini, umat Islam yang imannya pas-pasan, digiring untuk simpati atau berempati kepada komunis karena seakan-akan mereka itu korban. Paham? Awas kalau tidak paham,” jelas Gus Baha serius.

Ngaji komunisme Gus Baha ini mendapat apresiasi warganet. Ini lantaran banyak generasi muda Islam yang, tidak paham soal komunis, lalu, ikut-ikutan mendukung komunisme, simpati kepada tokoh-tokoh komunis (PKI), lantaran selama ini dikesankan menjadi korban orde baru. Padahal, ajaran komunis, PKI, itu tidak terkait dengan perlakuan atau kebijakan Orba. (Albar)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here