Gus Baha Jelaskan Pentingnya Surat Yasin untuk Orang Meninggal

206
Gus Baha. (Foto: Santri Gayeng)

Jakarta, Muslim Obsession – Salah satu keharusan anak shalih adalah mendoakan orangtua atau kerabatnya yang sudah meninggal dunia. Sebab ada hadits Rasulullah Saw yang menyebutkan tiga amal tak terputus walaupun orang itu sudah meninggal.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله تعالى عنه: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: إِذَا مَاتَ ابنُ آدم انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أو عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ


Rasulullah bersabda, “Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya, kecuali tiga hal. Yakni, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang mendoakan orang tuanya.” (HR Muslim dari Abu Hurairah).

KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha sesuatu yang dibutuhkan dari orang meninggal adalah untaian doa dari para krabatnya. Karena mereka semua menunggu sampai waktu sangkakala ditiup. Mereka berada di alam kubur atau alam barzakh.

Gus Baha mengatakan, dalam kitab Ianatut Thalibin karangan Sayyid Bakar Syatha ada bab yang menerangkan tentang pentingnya membaca surat Yasin bagi anggota keluarga yang sudah meninggal.

“Ada orang shalih yang bermimpi di kuburan itu kalau ada kiriman doa orang-orang berebutan, rebutan doa umum. Karena orang yang berdoa itu ada paket umum kepada Mukmin lelaki dan perempuan,” kata Gus Baha dalam kajian Arwah pun Berebut Doa yang Dilantunkan Manusia di kanal Youtube Santri Gayeng.

Dari semua orang-orang itu, ada orang tua yang tidak berebutan doa. Lalu, orang tua itu ditanya

“Mengapa tidak ikut rebutan doa?”.

Kemudian, dia menjawab,

“Saya itu sudah cukup mendapat kiriman doa dari anakku.”

Ditanya lagi, “Siapa anakmu?.”

Dia menjawab,

“Anak saya adalah baqqal (penjual sayur) di pasar ini. Si penjual sayur itu setiap Jumat membacakan surat Yasin kepada saya. Makanya saya tidak perlu rebutan doa paket umum.”

“Maka orang shalih itu membuktikan mimpinya. Dia mendatangi pasar dan ada penjual sayur. Baqqal memang betul anak dari orang tua itu. Saat dia ditanya, dia memang membaca surat Yasin setiap malam Jumat untuk orang tuanya,” ujar Gus Baha.

Singkat cerita, setelah beberapa bulan, Syekh tadi bermimpi lagi. Dalam mimpinya itu, orang tua tadi ikut rebutan doa umum. Lalu Syekh mendatangi dan menanyakan alasan ikut doa umum. Orang tua itu menjawab, “Sekarang yang mengirim doa untukku sudah tidak ada.”

“Saat Syekh datang lagi ke pasar, ternyata Baqqal sudah meninggal. Ini membuktikan siapa pun harus sering mengaji,” tambah dia. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here