Gus Baha Cerita di Alam Kubur Umar bin Khattab Bentak Malaikat Munkar Nakir

455

Jakarta, Muslim Obsession – Sudah bukan rahasia lagi, sahabat Umar bin Khattab dikenal dengan perawakannya yang tegas, kuat dan pemberani. Banyak orang yang takut dan segan dengan kepemimpinan Umar. Bahkan sahabat-sahabat lain pun terut segan.

Karena dikenal pemberani dan tegas, sahabat Rasulullah SAW lainnya, Ali bin Abi Thalib pun penasaran, apakah Umar ketika wafat Umar masih berani menentang malaikat penjaga kubur, Munkar dan Nakir?

Kisah ini diceritakan oleh Rais Syuriah PBNU, KH Bahauddin Nursalim dalam ceramahnya yang tersebar di YouTube.

Tidak ada yang bisa mengelak, malaikat Munkar Nakir adalah malaikat dengan wujud yang begitu menyeramkan. Sehingga banyak manusia yang takut dengan malaikat Munkar Nakir ketika berada di alam kubur. Nabi pun pernah bersabda:

“Ketika seseorang telah diletakkan di dalam kuburnya, maka malaikat Munkar dan Nakir mendatanginya. Keduanya adalah malaikat yang keras, kasar, hitam kebiruan warnanya seperti malam yang gelap gulita, suaranya seperti petir yang menggelegar, matanya seperti api yang menyala-nyala, gigi-giginya seperti tombak, rambutnya terseret di atas tanah dan di kedua tangannya terdapat alat pemukul/palu jikalau jin dan manusia semua berkumpul untuk mengangkatnya maka tidak akan mampu. Kedua malaikat bertanya kepada ahli kubur tentang Rabbnya, tentang Nabinya, dan tentang agamanya”.

Gus Baha, sapaan akrab KH Bahauddin Nursalim menceritakan kisah Umar membentak malaikat Munkar Nakir dengan mengutip dari Kitab Nurud Dholam karya Syekh Nawawi Al-Bantani.

Dikisahkan, sewaktu Umar wafat dan jasadnya sudah dikuburkan, orang-orang pun meninggalkan pemakaman. Hanya Ali bin Abi Thalib yang berada di area pemakaman.

Ali saat itu merasa penasaran ingin mengetahui bagaimana dialog yang akan terjadi antara dua makhluk yang sama-sama menyeramkan itu.

“Suatu saat Sayyidina Ali agak mangkel dengan Umar bin Khattab karena begitu galaknya umar yang hampir setiap orang pernah dibentaknya,” ujar Gus Baha dengan khas guyonnya.

“Apa dia (Umar) berani membentak Munkar Nakir?,” imbuh Gus Baha menerjemahkan penasaran Ali dengan tawa.

Ali pun memohon kepada Allah SWT untuk mukasyafah (dibukakan tabir). Akhirnya, permintaan Ali dikabulkan Allah SWT. Ali diberi izin untuk menyaksikan hari penting sahabatnya bersua dengan Munkar Nakir.

Dijelaskan Gus Baha, malaikat Munkar Nakir datang dengan perawakan yang begitu garang. “Digambarkan Sayyidina Ali itu matanya (Munkar Nakir) itu kayak menganga,” ungkap Gus Baha.

Melihat Munkar Nakir datang, Ali, dikatakan Gus Baha merasa senang. Ali percaya untuk kali pertama Umar akan merasa takut dengan kedatangan malaikat.

Rupanya tidak. Dengan heroik, kata Gus Baha, Umar bukannya takut berhadapan dengan malaikat. Malahan, Umar yang membentak dan mengajukan pertanyaan pembela kepada Munkar Nakir.

“Hai Munkar Nakir, kamu tahu sedang berhadapan dengan siapa?,” tanya Umar kepada Munkar Nakir.

“Kalian itu sedang berhadapan dengan temannya Akhabbal Kholqi Ilallah (Kekasih Allah SWT),” sambung Umar.

Percakapan itu dikomentari oleh Gus Baha. “Yang diandalkan justru temannya (Nabi Muhammad SAW), bukan dirinya,” celetuk Gus Baha yang diiringi gelak tawa.

Kedua malaikat itu pun tak bisa berkutik. Munkar dan Nakir melaporkan kejadian itu kepada Allah SWT. “Akhirnya ditanya sama Allah SWT (Munkar Nakir), kalau sama orang seperti itu (Umar) ya yang sopan,” kata Gus Baha mengumpamakan jawaban Allah SWT kepada malaikat, dengan khas guyon dan gelak tawanya.

“Semenjak saat itu Munkar Nakir tidak pernah berpenampilan sangar (menghadapi mayat). Semoga konsisten sampai nanti (hari akhir),” pungkas Gus Baha dengan tersenyum. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here