Gus Baha: Cara Mengetahui Adanya Allah

120
KH. Bahaudin Nur Salim atau biasa disapa Gus Baha.
KH. Bahauddin Nur Salim atau Gus Baha.

Muslim Obsession – Pertanyaan tentang adanya Allah berkelindan sepanjang zaman. Bagi orang-orang yang mantap dalam keimanan, tentu tak ada lagi pertanyaan seperti itu.

Namun nyatanya, pengetahuan tentang Allah seringkali tidak dipahami orang-orang yang keminter (sok pintar) dan mereka yang tak terbiasa berpikir.

Dalam sebuah kajian, Gus Baha pernah mengisahkan fatwa seorang ulama terkenal Abu Hasan Al-Asy’ari tentang keimanan seorang yang tak bisa berpikir (muqolid).

Ulama yang lebih dikenal dengan sebutan Imam Al-Asy’ari merupakan seorang mutakallim yang berperan penting sebagai filsuf muslim sekaligus pendiri Madzhab Asy’ariyah atau Asya’irah, madzhab kalam ahlussunnah wal jama’ah di samping Mazhab Al-Maturidiyah.

Menurut Imam Al-Asy’ari, imannya seorang muqolid itu tidak diterima. Sontak, fatwa itu mendapat kritikan dari banyak orang, mengingat orang-orang badawi (orang baduy/terpencil) yang tak biasa berpikir. Aktivitas mereka hanya beternak sapi, kambing, atau unta.

“Singkat cerita, Imam Al-Asy’ari melakukan survei untuk bertanya kepada orang-orang baduy tersebut, dengan cara bagaimana kalian bisa mengetahui Allah, bagaimana kalian berpikir tentang itu?” ungkap Gus Baha.

Apa jawaban orang-orang baduy tersebut? “Kalau ada kotoran pasti ada untanya. Kalau ada telapak kaki pasti pernah ada orang yang lewat.”

“Mendengar itu Imam Al-Asy’ari mengambil kesimpulan bahwa hal itu sudah dianggap cukup sebagai nadhor menemukan Allah subhanahu wa ta’ala,” tandas Gus Baha.

Pada kesempatan lain, Gus Baha menegaskan bahwa hakikat Allah itu adalah Tuhan yang menciptakan sesuatu yang wujud. Artinya, untuk mengatakan adanya Allah cukup dengan mengetahui bahwa sesuatu yang ada di bumi, langit, dan lainnya merupakan wujud ciptaan dari Sang Maha Wujud. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here