Gubernur Jatim Beberkan Keislaman Jokowi, Seperti Apa?

193
Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa (Foto: Geo Times)

Jakarta, Muslim Obsession – Kesaksian Ustadz Yusuf Mansur (UYM) soal keislaman Presiden Joko Widodo yang di unggah Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi di Instagramnya, mendapat penegasan dari Khofifah Indar Parawansa.

Seperti UYM, Gurbernur Jawa Timur ini pun membeberkan kesaksian tentang tradisi keislaman Jokowi yang kuat.

Khofifah menjelaskan tudingan bahwa Jokowi bukan orang Islam adalah keliru, padahal keislaman Jokowi tak usah diragukan lagi. Menurutnya, Jokowi sering melakukan puasa sunnah Senin dan Kamis, meski Jokowi sendiri tak pernah memperlihatkan hal itu.

“Saat kemarin pas Kamis, sempat di undang ke Istana Presiden di Jakarta, saya terkaget-kaget. Begitu adzan tiba-tiba ajudan presiden menyuguhkan air putih dan kurma serta makanan. Terus saya diajak presiden berbuka puasa bersama,” ujarnya baru-baru ini.

Ia mengatakan, dalam ajaran Islam manakala pemimpinya itu sudah taat dan rajin melaksanakan perintah ibadah yang wajib serta ibadah sunnah, maka wajib umat islam memperjuangkannya.

“Insya Allah, jika pemimpin kita riyadoh kayak Pak Jokowi, maka negara kita akan makmur. Jadi, tugas kita bersma bersama harus bisa memperjuangkan pak Jokowi pada Pilpres 2019,” tegasnya.

Ia menambahkan, di NTB dikenal dengan Pulau Seribu Masjid, maka sudah selayaknya umat islam harus memilih pemimpin yang beragama Islam dan taat beribadahnya.

“Sosok pak Jokowi adalah pemimpin panutan umat Islam, sangat pas di Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) NTB ketuanya adalah pak TGH Hazmi Hamzar yang adalah cendikiawan muslim serta Doktor ahli hukum. Jadi, nyambung jika kita bersama-sama ikut dan manut pada barisan pemenangannya,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu. Khofifah dan tim JKSN memaparkan bagaimana sukses pemerintahan Jokowi selama empat tahun ini.

Tentang penurunan kemiskinan siginifikan di pemerintahan Jokowi. Yang menurut Khofifah tidak terbantahkan dengan narasi apapun. Data penurunan kemiskinan bukan hanya dipublish oleh BPS, tapi juga terkonfirmasi bank dunia IMF.

“Saya tahu karena saya ikut berproses dalam kaitan penurunan kemiskinan itu,” tegasnya.

Selain soal keberhasilan, yang juga penting adalah penyampaian bagaimana para influencer menjawab hoax, dan negatif campaign yang saat ini semakin deras menghantam pasangan Jokowi-Ma’ruf.

“Nah mereka wudah harus punya kemampuan yang lebih update untuk menjawab hoax dan negatif campaign. Update itu akan terbangun jika ada ada ada dalam satu jejaring sehingha demokrasi yang bermartabat,” tuturnya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here