Gubernur Jatim Ajak Pemuda Bangkit dari Pandemi

81
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan penghargaan kepada salah seorang pemuda Jawa Timur. (Foto: IG/khofifah)

Tuban, Muslim Obsession – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak generasi muda Jawa Timur memperkuat solidaritas dan kebersamaan untuk bangkit dari pandemi Covid-19.

Menurut Khofifah, tumbuhnya solidaritas terutama dari generasi millenial merupakan modal yang sangat baik untuk bangkit dari pandemi.

“Pandemi Covid-19 memberikan pelajaran besar tentang solidaritas. Tumbuh masyarakat empatik dengan berbagai inisiatif saling membantu antar sesama. Di dalam gerakan itu banyak anak muda yang turut berpartisipasi untuk saling membantu. Kita melihat kebangkitan semangat gotong royong yang sesungguhnya memang selama ini menjadi nilai-nilai bangsa Indonesia,” ujar Khofifah saat hadir dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93 di Alun-alun Kabupaten Tuban, Kamis (28/10/2021).

BACA JUGA: Khofifah: Soegondo Djojopoespito Layak Dapat Gelar Pahlawan Nasional

Namun, lanjutnya, tantangannya ada pada sifat individualisme. Sifat ini merupakan konsekuensi logis berkembangnya TIK yang melewati batas wilayah membawa nilai-nilai baru kepada anak muda, yang tidak semua baik untuk bangsa. Individualisme melunturkan solidaritas, menghilangkan empati dan rasa kebersamaan.

“Dari sini kita mendapatkan momentum penting. Dalam berbagai momen perjalanan bangsa ini, anak muda selalu menjadi penggerak kebangkitan dan kemajuan. Maka hari ini saya meyakini ketika anak muda saling bergandengan tangan, berkolaborasi, dan berinovasi maka kita akan bertumbuh dan mampu bangkit melewati masa sulit ini,” terangnya.

Menurutnya, Sumpah Pemuda adalah sebuah peristiwa besar, peristiwa yang di dalamnya segenap ego dan kepentingan lebur dalam ikatan persaudaraan.

Tidak hanya itu, runtuhnya ego dan lahirnya solidaritas juga terlihat dari ikrar ‘Menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia’, Disini terlihat kebesaran kalangan pemuda dari wilayah Jawa yang meskipun dari kalangan mayoritas namun tidak memaksakan bahasa Jawa sebagai bahasa nasional.

“Untuk seluruh pemuda Jawa Timur, generasi milenial, zaman sudah berubah. Bersiaplah dengan ilmu, pengalaman dan kembangkan talentamu. Kuatkan niat untuk sukses, bergeraklah, kuasailah zaman digital ini, mulailah berusaha, mulailah mandiri, jangan mudah putus asa, karena di pundak kalian masa depan digantungkan,” pesannya.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah turut memberikan penghargaan bagi para pemuda di Jatim. Penghargaan pertama yakni Pemuda Utama Jawa Timur Tahun 2021 Bidang Pengembangan Penyadaran diraih oleh Musaiyana dari Kab. Sampang, bidang Pengembangan Kecakapan diraih Cynthia Cecilia dari Kota Surabaya, dan Bidang Pemberdayaan Ekonomi diraih Muhammad Nabil Satria Faradis dari Kab. Lumajang.

Kemudian bidang Hobi dan Prestasi sekaligus juara umum bidang tematik diraih Ahadin Syarifudin Fahmi dari Kab. Sidoarjo, serta kategori Penghargaan Khusus diberikan kepada Siti Nur Seha dari Kab. Probolinggo, Mohammad Ali Mahfud Efendi dari Kab. Trenggalek, dan Rizky Ashar Murdiono dari Kota Surabaya. Selanjutnya penghargaan kedua yakni Pemuda Inspiratif Jawa Timur tahun 2021 diraih oleh Adityanta Dani Darmawan dari Kota Malang.

Penghargaan ketiga yakni Pemuda Pelopor tingkat nasional diantaranya di Bidang Kepeloporan Agama, Sosial dan Budaya, diraih R. Mohammad Luthfi Badaralam dari Jawa Timur di peringkat 2, Bidang Kepeloporan SDA, Lingkungan dan Pariwisata diraih Dimas Panji Anugroho dari Jawa Timur di peringkat 3, dan bidang pangan diraih M. Sukron dari Jawa Timur peringkat 1. Ketiganya saat ini menerima penghargaan tingkat nasional di Jakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here