Gua Hiro Saksi Sejarah dan Daya Tarik Peziarah Haji

262
Gua Hiro (Foto: Kompasiana)

Jakarta, Muslim Obsession – Jabal Nur atau gunung cahaya menjadi salah satu bukit paling terkenal, entah itu bagi kalangan muslim maupun non-muslim. Jabal Nur memiliki sejarah Islam yang sangat kental, dimana ayat-ayat pertama Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. di dalam sebuah gua di puncak bukit ini di pinggiran kota Makkah.

Malaikat Jibril muncul di hadapan Muhammad Saw. yang memintanya untuk membaca. Saat itu di bulan Ramadhan tahun 610 Masehi.

“Bacalah! Atas nama Tuhanmu yang telah menciptakan,” malaikat Jibril mengatakan kepada Muhammad, seorang pemuda Arab yang kala itu berusia 40 tahun dan tidak tahu membaca atau menulis.

Dan kata-kata ‘Iqra’ (bacalah) bergema di seluruh dunia dari puncak gunung itu, serta mengubah jalannya sejarah manusia dan menghasilkan peradaban terbesar.

Jabal Nur, yang sangat penting bagi umat Islam, merupakan daya tarik utama bagi peziarah Haji maupun Umrah dari seluruh dunia yang datang ke Makkah. Gunung yang terletak sekitar 5 km timur laut Masjidil Haram di Makkah itu mendapat namanya karena pencerahan yang terjadi di kalangan orang-orang kafir Arab oleh wahyu Ilahi yang dimulai di puncak gua, 1.450 tahun yang lalu.

Banyak peziarah mendaki bukit curam ini untuk mengunjungi Gua Hira tempat Nabi Muhammad Saw. biasa meluangkan waktu untuk khalwat atau menyendiri dalam rangka merenungkan kekuasaan Allah sebelum kenabiannya.

Gunung ini tingginya hanya 640 meter (2.100 kaki), namun jalur pendakiannya sangat berat dan membutuhkan waktu hampir dua jam bagi setiap orang sehat agar sampai ke puncak. Gua kecil dengan panjang kurang dari 4 meter dan lebarnya lebih dari satu setengah meter hanya cukup untuk lima orang untuk duduk.

Saat ini, jalan menuju kaki gunung itu cukup sempit dan terus diganggu oleh kemacetan lalu lintas. Serentetan bunyi klakson pengendara mobil menyebabkan suara berisik atau suasana tidak nyaman pada orang-orang yang tinggal di jalanan yang menuju lingkungan sekitar itu.

Tak heran jika banyak pengunjung yang menyatakan kekecewaannya. Mereka menilai pihak berwenang setempat lalai untuk membangun jalan lebih lapang yang dapat secara leluasa membawa pengunjung ke kaki gunung yang terkenal ini. (Bal)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here