Google Doodles, Mengenal Pencetus Gerakan Cuci Tangan

220

Muslim Obsession – Sudah menjadi ciri Google untuk mengikuti perkembangan peristiwa. Hari ini, Jumat (20/3/2020), Google Doodles yang ada di beranda search engine itu menampilkan Ignaz Philipp Semmelweis.

Lalu, siapa Ignaz Philipp Semmelweis?

Salah satu upaya pencegahan tertular Covid-19 adalah menjaga kebersihan diri dengan sering mencuci tangan. Ternyata pelopor gerakan ‘mencuci tangan’ ialah seorang dokter asal Jerman, Ignaz Philipp Semmelweis. Ia juga dikenal sebagai pelopor prosedur antiseptik.

Berikut fakta-fakta seputar Ignaz Philipp Semmelweis yang dihimpun Muslim Obsession:

  • Lahir di Budapest, Hongaria, pada 1 Juli 1818, dia mengambil spesialis kebidanan di Universitas Vienna, Jerman.
  • Di tahun-tahun pertama dia berkerja sebagai dokter, merebak demam puerperal yang merenggut para ibu yang baru melahirkan.
  • Demam puerperal atau yang dikenal dengan infeksi postpartum adalah infeksi bakteri yang menyerang saluran reproduksi perempuan setelah kelahiran atau keguguran.
  • Setelah melakukan penelitian, Ignaz Semmelweis menemukan bahwa bakteri dapat tertinggal di tubuh sang ibu, karena elemen berbahaya yang ada di tangan para dokter saat melakukan proses persalinan.
  • Dia pun mengajak rekan-rekan dokernya untuk menjaga kebersihan dengan dengan mencuci tangan sebelum melakukan prosedur operasi atau persalinan.
  • Semmelweis pertama kali mengemukakan gagasan tersebut pada Maret 1847.
  • Sayangnya, beberapa orang justru menanggapi hal tersebut dengan skeptis. Namun, setelah beberapa lainnya menerapkan mencuci tangan dengan benar, angka kematian pada ibu terus menurun.
  • Hingga kematian menjemputnya di tahun 1865, tidak banyak orang yang percaya dengan gagasan mencuci tangan sebelum pembedahan yang dicetuskan olehnya.

(Indah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here