Golok

134
Golok.

Muslim Obsession – Di pinggir lapangan bola, di bawah teduhnya pohon asam tua, anak-anak kecil ribut. Para pemuda kampung berkerumun. Juga ada beberapa ibu-ibu penasaran ikut nimbrung. Sesepuh kampung juga sudah hampir semuanya berkumpul di tempat penjagalan hewan kurban.

Suasana jadi hiruk-pikuk. Dan yang bertugas sebagai pemotong hewan kurban, seperti pada tahun-tahun lalu, adalah Haji Manaf.

Hampir sebagian warga Jeruk Asem berkumpul di tempat penjagalan ini. Hanya Haji Mi’an saja yang tidak kelihatan batang hidungnya. Begitulah kira-kira hasil tangkapan mata Haji Manaf yang dari tadi memperhatikan sekeliling.

Barangkali Mi’an tengah ziarah ke makam Buyut Ki Jalal di kampung sebelah. Tapi tidak, Haji Mi’an memang selalu tak kelihatan berkumpul dengan warga lain. Begitu juga jika dalam hal ibadah sholat misalnya.

Haji Mi’an seperti sudah punya mushola sendiri yang bagus di dalam rumahnya, sehingga Haji Mi’an jarang kelihatan sholat berjamaah. Atau ketika ada riungan. Tak akan ditemukan Haji Mi’an di barisan orang-orang Jeruk Asem.

Haji Mi’an yang selalu mengenakan kemeja kotak-kotak, berpeci putih dan bersorban merah-putih bunga-bunga, serta sarungnya yang selalu ditapih sampai ke dada. Tak pernah Haji Mi’an ikut riung-ngumpul di mushola Nurul Mutaqin.

Maka jangan heran, setiap kali Haji Mi’an berkumpul dan rajin sholat berjamaah di Nurul Mutaqin, tidak lain pasti ada maunya. Dan semua orang seperti sudah memakluminya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here