GNPF-Ulama Ajak Ulama Musyawarah Temukan Solusi Persoalan NKRI

560
GNPF OK
Sekitar 600 ulama dan tokoh nasional dari seluruh tanah air akan hadiri Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional yang digelar GNPF Ulama di Hotel Menara Peninsula Jakarta, 27-29 Juli 2018. (Foto: Edwin B/Muslim Obsession)

Jakarta, Muslim Obsession – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) menggelar Ijtima’ Ulama dan Tokoh Nasional di Hotel Menara Peninsula Jakarta, 27-29 Juli 2018.

Acara tersebut akan dihadiri sekitar 600 ulama dan tokoh yang datang dari berbagai daerah. Untuk pembukaan Ijtima ini rencananya akan dibuka langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

“600 ulama dan tokoh dari berbagai daerah di Indonesia hadir sebagai peserta Ijtima, sedangkan ada sekitar 500 orang undangan yang kami undang untuk hadir dalam acara pembukaan,” kata Ketua Umum GNPF-Ulama, Ustadz Yusuf Muhammad Martak di Hotel Peninsula, Jakarta, Jumat (27/7/2018).

Acara ini menurutnya merupakan salah satu langkah nyata GNPF-Ulama untuk mencari solusi bagi persoalan bangsa dan NKRI.

“Sebagai bagian dari bangsa tercinta ini, GNPF Ulama juga ingin memberikan sumbangsih solusi atas persoalan yang sedang terjadi, mulai dari kepemimpinan, ekonomi sampai dengan sosial keagamaan,” ungkapnya.

Dia juga menegaskan, diantara hal penting yang akan dibahas para ulama dalam Ijtima adalah soal kepemimpinan nasional dan penguatan ekonomi umat.

“Kami ingin memberikan petunjuk bagi umat dalam memilih pemimpin. Apalagi ini menjelang tahun 2019, ada momentum pilpres dan pileg. Umat harus bisa menentukan pilihan pemimpin dan wakil rakyat yang jelas berpihak pada  Islam dan kaum muslimin,” tukasnya.

Sedangkan untuk persoalan ekonomi, kata dia, umat Islam juga harus berdaulat. Umat Islam jangan hanya menjadi konsumen, tapi harus juga menjadi pelaku ekonomi. Umat Islam juga harus terjun ke sektor-sektor ekonomi, agar terjadi pemerataan kesejahteraan.

“Selain persoalan kepemimpinan nasional dan ekonomi umat, akan dibahas juga strategi dakwah dan persoalan kelembagaan. Jadi semua itu akan dibahas di masing-masing komisi,” ungkapnya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here