Gerhana Bulan Total, BMKG Bocorkan Prakiraan Cuaca di Sejumlah Titik

654
Gerhana Bulan
Masyarakat Indonesia diperkirakan dapat menyaksikan peristiwa langka gerhana bulan total, sabtu dini hari (28/7/2018). (Foto: Edwin B/Muslim Obsession)

Jakarta, Muslim Obsession – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan Gerhana Bulan Total (GMT) akan berlangsung pada Sabtu dini hari (28/Juli/2018). Hampir masyarakat di seluruh wilayah Indonesia bisa menyaksikan fenomena langka ini.

Kendati demikian, BMKG mengimbau masyarakat untuk mengecek kondisi cuaca di wilayah-wilayah pengamatan agar dapat menyaksikan fenomena alam tersebut dengan jelas.

Menurut Kepala Bagian Humas BMKG Hary Djatmiko, BMKG akan melakukan pengamatan GMT sejumlah prakiraan cuaca di 20 titik di Indonesia.

Dikutip dari Antara, Jumat (27/7/2018), titik pengamatan tersebut yaitu di Banda Aceh. Prakiraan cuaca malam hari di lokasi ini cerah berawan dan hujan lokal pada dini hari dengan tutupan awan 37 persen. Sementara di Medan prakiraan cuaca hujan lokal pada malam hari dan berawan pada dini hari dengan tutupan awan 25 persen.

Pengamatan juga dilakukan di Padang Panjang dengan cuaca Padang cerah berawan pada malam hari dan berawan pada dini hari dengan tutupan awan 50 persen..

Sementara cuaca di Jakarta Pusat diperkirakan cerah berawan pada malam dan dini hari tanpa tutupan awan, di Bandung prakiraan cuaca cerah berawan malam hari dan berawan pada dini hari dengan nol persen tutupan awan.

Di Yogyakarta cuaca diprakirakan cerah berawan malam hari dan cerah pada dini hari dengan tutupan awan 87 persen, pemantauan di Karangkates oleh Stageof Karangkates, di Denpasar cuaca berawan pada malam hari dan cerah berawan dini hari dengan tutupan awan 75 persen, Waingapu oleh Stageof Waingapu, di Kupang prakiraan cuaca cerah berawan malam dan dini hari dengan tutupan awan 75 persen.

Pemantauan juga dilakukan di Gowa oleh Stageof Gowa, di Makassar oleh BBMKG Wilayah IV Makassar. Prakiraan cuaca di lokasi ini berawan pada malam dan dini hari dengan tutupan awan 37 persen. Sementara Palu diprakirakan cuaca hujan lokal pada malam dan dini hari dengan tutupan awan 75 persen.

Di Manado cuaca diprakirakan cerah berawan pada malam dan dini hari tanpa tutupan awan. Lalu Ternate cuaca malam dan dini hari diprakirakan cerah berawan dengan tutupan awan 62 persen, Ambon cerah berawan pada malam hari dan hujan lokal pada dini hari dengan tutupan awan 87 persen, Jayapura berawan malam hari dan hujan lokal pada dini hari dengan tutupan awan 12 persen serta di Mataram cuaca cerah berawan pada malam dan dini hari dengan tutupan awan 62 persen.

Gerhana bulan dini hari nanti disebut langka karena merupakan gerhana bulan total terlama dalam abad ini, yaitu sekitar 103 menit. Proses gerhana dimulai pukul 00.13 WIB dan gerhana sebagian (parsial) dimulai pada pukul 01.24 WIB. Sedangkan gerhana total akan dimulai pada pukul 02.30 WIB.

Sementara itu, puncak totalitas gerhana sekitar pukul 03.21 WIB dan gerhana total berakhir 04.14 WIB. Fenomena alam tersebut akan berakhir pada pukul 06.30 WIB setelah sebelumnya gerhana parsial berakhir pada pukul 05.19 WIB. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here