Gempa-Tsunami di Palu, MUI Minta Pemerintah Lakukan Langkah Darurat

392
Zainut-Tauhid-Saadi (Foto: Tribunnews.com)

Jakarta, Muslim Obsession – Sebanyak 832 orang meninggal dunia akibat gempa Palu dan Donggala. Korban meninggal dunia karena tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa yang diikuti oleh tsunami.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengucapkan turut berduka atas bencana alam yang terjadi di Palu dan Donggala, oleh karena itu, MUI berharap para korban meninggal khusnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

“Demikian pula untuk korban yang luka, semoga segera diberikan kesembuhan,” kata Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid dalam keterangan tertulis yang diterima Muslim Obsession, Senin (1/10/2018).

Selain itu, MUI juga mengimbau agar pemerintah segera mengambil langkah darurat untuk mengatasi bencana tersebut, seperti mengutamakan keselamatan jiwa, evakuasi dan mengurus jenazah korban, air bersih, bahan makanan, tempat pengungsian, mencukupi tenaga medis dan obat-obatan, serta memulihkan jaringan transportasi, listrik dan telekomunikasi.

“Juga kepada masyarakat, kami mengimbau untuk menggalang solidaritas nasional, bahu-membahu, bergotong royong dan bekerja sama untuk membantu saudara kita yang sedang ditimpa musibah,” ungkapnya.

Ke depan, MUI berharap pemerintah bisa memberikan edukasi agar dapat mengatasi dan mengantisipasi bila terjadi gempa. Hal ini dimaksud, supaya masyarakat lebih memiliki kesiapan untuk menghadapi musibah yang akan terjadi.

“Insyaallah kita akan bisa menyelesaikan bencana ini dengan baik,” tutupnya.

Diketahui, sebanyak 832 orang meninggal dunia akibat gempa Palu dan Donggala. Korban meninggal dunia karena tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa yang diikuti oleh tsunami.

BNPB juga mencatat 540 orang luka berat. Mereka dirawat di sejumlah rumah sakit. Sebanyak 16.732 jiwa lainnya mengungsi. Mereka mengungsi di 24 titik di Palu dan Donggala. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here