Gelar Safari Dakwah, Muslimah Parmusi NTT Bina Muslim dan Muallaf di Kantong Minoritas

600
Muslimah Parmusi NTT
Tim Safari Dakwah Muslimah Parmusi dan Lembaga Dakwah Parmusi NTT tengah melakukan pembinaan kepada masyarakat. (Foto: Ening)

Kupang, Muslim Obsession – Jambore Nasional Dai Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) yang digelar 24-27 September 2018 lalu, rupanya masih membekas di benak para dai. Perhelatan akbar yang dihadiri lebih dari 5.000 peserta itu telah memompa semangat para dai untuk berdakwah di wilayahnya masing-masing.

Semangat ini pula yang dirasakan para kader, pengurus, dan dai Parmusi di Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk Muslimah Parmusi (MP). Sejumlah program langsung digelar tak lama setelah jambore usai.

“Sejak pulang Jambore, banyak hal yang menginspirasi Muslimah Parmusi (MP) NTT. Dan sekarang kami sedang safari dakwah sekaligus menghimpun desa atau daerah yang sama sekali tidak ada pembinanya untuk jadi binaan kami,” kata Ketua Muslimah Parmusi NTT, Dra. Hj. Ening Murtiningsih. M.Pd kepada Muslim Obsession, Selasa (6/11/2018).

Ening menjelaskan, saat ini MP NTT tengah melakukan pendataan penduduk muslim di kantong-kantong minoritas dan para muallaf yang tidak tersentuh siraman rohani sama sekali. Untuk sementara, Ening mengaku telah mendapatkan data bahwa ada beberapa titik di sekitar Kabupaten Kupang sejumlah yang muallaf belum terbina secara intensif.

“Di antaranya ada 20 muallaf di daerah Camplong Kabupaten Kupang. Kemudian di desa Manusak Tetelek ada 24 kepala keluarga dengan seorang pembina dai Parmusi,” jelasnya.

Di titik lainnya, lanjut Ening, terdapat 27 kepala keluarga di Reknamo yang sama sekali belum tidak ada dai yang melakukan pembinaan. Sementara di Tesbatan ada 20 orang muallaf karena menikah dan belum ada pembinaan sama sekali dari dai Parmusi.

“Ini data sementara selama safari tiap minggu berdakwah ke desa-desa di Kabupaten Kupang,” tutur Ening yang juga menjabat Ketua Lembaga Dakwah Parmusi NTT tersebut.

Desa Madani NTT 2
Pengurus Wilayah Parmusi NTT terbilang sukses membina Desa Madani.

Ening menyebutkan, pihaknya juga seminggu sekali melakukan safari dakwah ke pelosok-pelosok untuk mengidentifikasi kebutuhan umat dan sosialisasi Desa Madani. Dari sini diketahui adanya permintaan umat di Desa Tesbatan untuk mendapatkan pembinaan.

“Di sini terdapat 89 anggota majelis taklim yang belum bisa membaca Al-Quran. Juga ada 20 orang muallaf yang akan kita lakukan khitanan massal. Insya Allah, rencananya bulan November ini kami akan lakukan pelatihan membaca Al-Quran dengan metode yang mudah dan cepat,” papar Ening.

Pelatihan membaca Al-Quran tersebut, menurutnya, akan diberikan bagi orang dewasa dan pemula. Pelatihan akan diselenggarakan selama dua hari sekaligus pembinaan ibadah harian yang sederhana bagi 20 org muallaf di masjid Tesbatan.

“Sayangnya kami masih memiliki kendala, yakni belum adanya buku Iqro untuk pelatihan membaca Al-Quran dan buku bimbingan ibadah praktis seperti shalat dan lainnya bagi para muallaf,” pungkasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here