Gelar Bedah Buku, Parmusi Ajak Umat Islam Teladani Mohammad Natsir

674
Mohammad Natsir (Foto: Istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Kiprah Pahlawan Nasional Mohammad Natsir dalam menyatukan umat Islam di Tanah Air patut dijadikan teladan. Utamanya diteladani oleh para pengurus dan kader Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) yang memiliki semangat sama dalam tagline ‘Connecting Muslim’.

Bahkan menurut Ketua Umum Muslimah Parmusi, Nurhayati Payapo, keteladanan Mohammad Natsir ini perlu dan harus dipahami serta diteladani tidak hanya oleh kader dan pengurus Parmusi, melainkan juga seluruh umat Islam.

“Mohammad Natsir berperan besar dalam menyatukan umat Islam dan bangsa Indonesia dalam bingkai NKRI,” tutur Nurhayati, Ahad (2/2/2020).

Paradigma baru ‘Connecting Muslim’ yang diusung Parmusi, imbuhnya, juga memiliki semangat yang sama untuk menyatukan umat yang berbeda aliran dan mazhab yang dianut para kader dan pengurus Parmusi.

“Paradigma ini sangat penting dipahami sehingga dapat meminimalisir perpecahan antar umat Islam. Semangat mempersatukan umat yang telah dicontohkan oleh Mohammad Natsir sebagai tokoh Partai Masyumi dan Partai Muslimin Indonesia,” paparnya.

Nurhayati menjelaskan, bagi Parmusi, semangat persatuan ini sangat penting khususnya untuk menghadapi Muktamar IV di Jakarta 27-29 Maret 2020 yang akan datang. Pada Muktamar itu akan dipilih dan ditetapkan Pengurus Pusat Parmusi masa bakti 2020-2025.

“Oleh karena itu dalam rangkaian menyambut Muktamar IV tersebut, PP PARMUSI mengadakan bedah buku Biografi MOHAMMAD NATSIR untuk memahami dan meneladani keperibadian, pemikiran, dan perjuangan beliau,” kata Nurhayati yang juga merupakan Ketua SC Muktamar IV Parmusi.

Kegiatan yang akan dilaksanakan pada 6 Februari 2020 itu rencananya digelar di kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan. Selain mengundang para kader dan pengurus Parmusi, jelas Nurhayati, pihaknya juga mengundang tokoh-tokoh pergerakkan Islam dan ormas Islam tingkat Pusat.

“Kami berharap para pemimpin Indonesia juga harus benar-benar memahami dan meneladani keperibadian, pemikiran dan perjuangan Mohammad Natsir, sehingga Indonesia dapat menjadi negara yang Baldatun, Thayyubatun wa Rabbun Ghafur,” tutupnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here