Geger Tepuk Pramuka ‘Islam Yes, Kafir No’, Pembina Dipanggil Kwarcab

822
Anak-anak pramuka (Foto: Scout.ID)

Yogyakarta, Muslim Obsession – Orangtua murid di SD Negeri Timuran, Gunungkidul Yogyakarta terkejut saat menyaksikan para siswa diajarkan yel-yel Pramuka yang dinilai berbau SARA.

‘Islam-Islam Yes, Kafir-Kafir No’. Demikian bunyi yel-yel yang diajarkan pembina kepada para peserta praktik Kursus Mahir Lanjutan

Salah satu orangtua murid menerangkan ia mengetahui peristiwa itu saat ia hendak menjemput anaknya pada Jumat (10/1/2020). Sebab, anaknya belum keluar ia kemudian menunggu sambil melihat praktik pembina pramuka dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Yogya.

“Awalnya semua bernyanyi normal saja, lalu tiba-tiba ada salah satu pembina putri masuk dan ngajak anak-anak tepuk Islam. Saya kaget karena di akhir tepuk kok ada yel-yel Islam Islam Yes Kafir Kafir No. Spontan saya protes dengan salah satu pembina senior,” kata dia, Senin (13/1/2020) dilansir Tirto.

Kepala SD Negeri Timuran, Esti Kartini membenarkan kegiatan Pramuka di sekolahnya. Tapi, dia tidak mengetahui secara detail kejadian tepuk SARA.

Sementara itu, Ketua Kwarcab Pramuka, Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, peristiwa terjadi secara spontan. Seorang pembina mengajarkan tepuk bernarasi SARA yang pantas mendapat protes.

“Kejadiannya secara spontan. Ada salah satu peserta dari Gunungkidul yang tiba-tiba menyampaikan tepuk yel-yel seperti itu (Islam-Islam Yes, Kafir-Kafir No). Ini dari spontanitas peserta, kalau dari sisi materi pelatihan dan kursusnya tak ada,” kata Heroe.

Sebagai langkah lanjutan, Heroe akan memanggil pembina yang bersangkutan. Dia akan meminta pembina tersebut menjelaskan motif mengajarkan yel-yel SARA tersebut.

“Secepatnya kami akan panggil di kantor Kwarcab, kita akan luruskan persoalan kemarin. Termasuk bagaimana kejadian kemarin dan konsekuensinya juga,” kata Heroe.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here