Geger Al-Quran Dibakar, Begini Kehidupan Muslim di Oslo, Norwegia

167

Oslo, Muslim Obsession – Sebuah kota di Oslo, Norwegia tiba-tiba menjadi ramai dibicarakan banyak orang usai unjuk rasa yang diadakan Kelompok Anti-Islam berlangsung bentrok. Pasalnya mereka melakukan aksi penyobekan dan pembakaran Al-Quran yang memicu tindakan provokatif.

Norwegia sebenarnya tempat yang aman bagi aman. Bertahun-tahun hubungan umat beragama di sana berlangsung harmonis. Namun kali ini sentimen keagamaan mulai muncul. Padahal Islam sudah lama berkembang di sana. Oslo juga punya kampung Muslim.

Oslo sendiri memang dikenal sebagai kota ramah muslim di Eropa Utara atau yang dikenal Skandinavia.

Pertumbuhan populasi umat muslim di kota ini cukup tinggi, pada tahun 2013 penganut Islam mencapai 8,5% dari total penduduk Oslo atau sejumlah 52.688 jiwa. Jumlah tersebut menempatkan Islam menjadi agama terbesar kedua setelah Katolik.

Umat muslim ini umumnya tinggal di Distrik Gronland yang berbatasan dengan pusat kota. Di sana terdapat pusat kegiatan muslim, bangunan masjid, restoran halal dan berbagai perlengkapan muslim tersedia di sana.

Untuk sarana ibadah umat muslim terdapat dua masjid dengan jamaah cukup besar yakni The Islamic Cultural Center dan Central Jam-e-Mosque.

The Islamic Cultural Center atau Pusat Kebudayaan Islam Norwegia dibangun tahun 1974 yang sekaligus menjadikan masjid pertama di Norwegia. Bangunan ini terdiri dari empat lantai, di samping tempat ibadah juga sebagai pusat syiar Islam di Norwegia dan pusat penyelenggaran pendidikan Al-Quran.

Mosque, di samping masjid juga merupakan Kantor Pusat World Islamic Mission di Norwegia yang dibangun tahun 1994. Fasad depan masjid bermotif keramik yang didominasi warna biru. Ini merupakan campuran gaya Iran dan Spanyol.

Kemudian di samping sarana ibadah sepanjang jalan di Gronland banyak dijumpai restoran halal terutama menjual masakan Pakistan dan Turki.

Salah satu restoran dan tempat perbelanjaan yang cukup terkenal adalah Gronland Basar dengan konsep restoran dan perbelanjaan khas Norwegia. Banyak imigran yang tinggal di kawasan ini.

Kehadiran kampung muslim ini tentu amat berarti bagi komunitas muslim, terutama untuk membantu menentukan waktu sholat, lamanya berpuasa, serta menemukan produk halal.

Dengan adanya kampung ini, umat muslim dapat menjalankan kehidupannya dengan lebih baik di tengah lingkungan non muslim dan dinginnya negara dekat kutub utara tersebut. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here