Gandeng Forjim, Pesantren Daqu Gelar Pelatihan Jurnalistik

686
Pelatihan Forjim
Forjim menggelar pelatihan jurnalistik di Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Putri pimpinan Ustadz Yusuf Mansur di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis-Jumat (11-12/1/2018).

Cikarang, Muslim Obsession – Forum Jurnalis Muslim (Forjim) kembali melakukan pelatihan jurnalistik. Kali ini, pelatihan dilakukan bekerja sama dengan Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Putri pimpinan Ustadz Yusuf Mansur di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis-Jumat (11-12/1/2018).

Menurut Ketua Bidang Data dan Informasi Forjim, Ahmad Zuhdi, dalam fase peradaban masyarakat modern terbagi ke dalam tiga perkembangan. Pertama, masyarakat agraria. Kedua, masyarakat industri, dan ketiga, masyarakat informasi.

“Fitrah seorang manusia adalah ingin mengetahui dan mendapatkan informasi. Lebih jauh dari itu, pengumpulan dan penyampaian informasi kepada masyarakat merupakan bagian dari dakwah,” ujar Zuhdi dalam keterangan tertulis Forjim kepada Muslim Obsession.

Lebih lanjut, dia menjelaskan tantangan pada era digital, dimana masyarakat luas dapat memperoleh informasi dengan cepat. Tidak hanya sekup nasional, tapi juga internasional.

“Tetapi jangan lupa, sebagai seorang muslim harus melakukan tabayyun (klarifikasi) terhadap informasi yang berkembang. Tidak boleh dicerna secara mentah-mentah. Dalam hal ini, objektifitas menjadi pijakan utama,” tuturnya.

Pelatihan Forjim 1

Pelatihan Forjim 2

Direktur Forjim TV Setyohadi Wiratmoko saat memberikan pelatihan editing video menjelaskan, output (target) dari pelatihan ini bukan hanya mampu membuat film pendek dengan kualitas baik. Lebih jauh dari itu untuk melakukan internalisasi (pemahaman) nilai-nilai keislaman sebagai world view (cara pandang) dalam setiap aktivitas.

“Ke depannya adik-adik diharapkan mampu menjadi lokomotif yang menghasilkan film dari kreativitas santri. Sebab, selama ini meskipun ada, tetapi belum menasional,” ungkap Hadi.

Coach editing video yang juga Bendahara Umum Forjim itu menandaskan, pelatihan video editing memerlukan kesinambungan guna menuangkan gagasan secara holistik dalam bentuk visual.

“Saya sangat mengapresiasi semangat santri dalam pelatihan ini. Tentunya semangat itu harus di dukung dengan pengembangan skill secara intensif,” ujar Hadi yang juga wartawan Betawi Channel.

Salah satu pembina santri, Ustadzah Widya berharap, Pesantren Daarul Qur’an dapat mengembangkan lembaga pendidikan dan tahfidzul quran-nya hingga mancanegara.

“Terima kasih buat Daarul Qur’an dan Forjim. Semoga semakin jaya dan bermanfaat untuk umat serta Islam,” ungkapnya.

Acara yang berlangsung dua hari tersebut dibuka oleh Kepala Biro Dakwah dan Media Daarul Qur’an Ustadz Hendy Irawan Saleh dan diisi penyiar senior Radio Dakta Syifa Faradila (teknik public speaking), wartawan Warta Pilihan Ahmad Zuhdi (pengantar straight news), Direktur Forjim TV Setyohadi Wiratmoko (video editing), dan video journalist Forjim TV Erdadang. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here