Gandeng DAQU, Repower Asia Bangun Pesantren Modern Senilai Rp.100 Miliar

49
Pesantren Tahfizh Daarul Quran.

Jakarta, Muslim Obsession – PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) menggandeng Yayasan Daarul Qur’an Indonesia (DAQU) binaan Ustadz Yusuf Mansur (UYM) akan membangun pesantren modern dan unggulan di tengah kota Jakarta.

Emiten properti dengan kode saham REAL ini, berencana membangun gedung pesantren berketinggian 12 lantai senilai Rp.100 miliar di kawasan Pasar Minggu Jakarta Selatan dengan konsep green building sehingga ramah lingkungan.

Direktur PT Repower Asia Indonesia Tbk, Rully Muliarto, mengatakan bahwa proses perencanaan dan konsep bangunan yang mengusung ecofriendly concept dari bangunan pondok pesantren ini sedang digarap oleh tim dari kedua belah pihak dibantu konsultan arsitek ternama.

“Bangunan modern yang berlokasi di Pasar Minggu Jakarta Selatan ini akan dinamakan Pesantren Daarul Qur’an Mandiri dilengkapi dengan fasilitas modern yang menunjang pendidikan santri termasuk unit asrama sekelas apartemen untuk tempat tinggal bagi peserta didik,” kata Rully dalam keterangannya, Ahad (5/9/2021).

Rully menjelaskan, Repower dan Daarul Qur’an mempunyai visi yang sama dalam mendukung program pemerintah mencetak generasi unggul di masa depan, melalui pendidikan berbasis pesantren di Indonesia.

Selain hafal Al-Quran dan memahami ilmu agama, para santri juga ditargetkan menguasai ilmu kekinian serta fasih menguasai berbagai bahasa di dunia.

“Pesantren ini akan dilengkapi laboratorium tujuh bahasa, yaitu bahasa Arab, Inggris, Jerman, Perancis, Jepang, Mandarin dan Korea,” jelasnya.

Rully mengatakan, dari total investasi Rp 100 miliar untuk biaya pembangunan pesantren ini, diharapkan perseroan akan mendapatkan penghasilan sebesar Rp 152 miliar dan pendapatan berulang atau recurring income sebesar Rp 12,8 miliar per tahun.

“Untuk pembiayaan proyek ini, sudah ada beberapa bank syariah yang siap mendukung kami. Insyaallah dalam waktu dekat ini kami ada tanda tangan juga,” imbuhnya.

Rully menambahkan, realisasi pembangunan proyek pesantren ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman perseroan dengan Daarul Qur’an yang telah dilakukan beberapa waktu lalu, dengan nilai total kerja sama mencapai Rp 825 miliar.

“Pola dan konsep kerja sama pembangunan pesantren ini akan menjadi model bagi pembangunan pesantren kerja sama antara REAL dan Daarul Qur’an di seluruh Indonesia. Pesantren yang akan dibangun ini dilengkapi dengan dormitory atau asrama setara dengan apartemen, dan bisa dijual kepada investor, sehingga bisa menghasilkan income rutin setiap bulan bagi pemiliknya,” tandas Rully Muliarto.

Pimpinan Yayasan Daarul Quran Indonesia, KH Ahmad Jamil, menambahkan, saat ini proses pembangunan pesantren tersebut dalam tahap perencanaan dan perizinan.

Rencananya, pemancangan batu pertama atau ground breaking dilakukan pada semester pertama tahun 2022. Adapun lama pembangunan pesantren sekitar 18 bulan termasuk persiapan fasilitas belajar dan hunian.

“Harapannya, pesantren ini dapat mulai dipergunakan pada tahun ajaran 2023. Mohon doanya dan dukungannya dari semua agar tahun 2023 kita bisa memulai pembelajaran di pesantren ini” kata KH Ahmad Jamil. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here