FPI: Pembunuhan DR, Fadi Al Baths Sudah Terencana

793
Ketum Front Pembela Islam KH Ahmad Shabri Lubis (Foto: Iqbal)

Jakarta, Muslim Obsession – Koalisi Pembebasan Al-Quds (KPA) turut berduka cita atas pembunuhan yang menimpa ilmuan asal Palestina, Dr, Fadi Al Baths. Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), KH Ahmad Shabri Lubis mengatakan pembunuhan terhadap ilmuan Hamas itu adalah perbuatan keji, dan menilai pembunuhan ini sudah terencana.

“Koalisi Pembebasan Al-Quds mengucapkan turut bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas pembunuhan keji terencana tersebut. Dan Insya Allah beliau wafat sebagai syuhada,” ujarnya saat konferensi pers di Gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Ia menduga bahwa agen intelijen Mossad terlibat dalam pembunuhan itu, mengingat mata-mata Mossad tersebar luas di berbagai belahan negara terlebih korban juga merupakan anggota Hamas. Mossad diketahui memang kerap menjalani operasi pembunuhan.

“Oleh sebab itu, sudah seharusnya pimpinan politik Israel seperti Perdana Menteri, Menteri Luar negeri, Menteri Pertahanan dan Direktur Mossad diseret ke mahkamah pidana internasional sebagai pelaku kejahatan kemanusiaan,” tegasnya.

Selain itu, ia memberi imbauan kepada negara Malaysia untuk segera menemukan pelaku pembunuhan tersebut. “Kepada Malaysia agar menemukan pelaku dan menghuukum mati serta mendorong upaya internasioal untuk menetapkan Israel sebagai terorism sponsor state,” tandasnya.

Sebagai informasi, Koalisi Pembebasan Al-Quds (KPA) merupakan kumpulan ormas-ormas Islam dari berbagai kalangan. KPA ini bertujuan untuk menyuarakan dukungan untuk pembebasan Al Quds dari jajahan Israel.

Beberapa ormas yang tergabung dalam Koalisi Pembebasan Al Aqsha (Al Quds), di antaranya (DDII), Perguruan As Syafi’iyah, Forum Umat Islam (FUI), Majelis Az Zikra, Ittihadiyah, JAS, Majelis Mujahidin, FPI, Wahdah Islamiyah, Sabiluna, KISPA, Parmusi, Persis, AQL, PA 212, Darrussallam, PW KB PII Jakarta, SAPA Islam dan An Nashr Institute. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here