Festival Lembah Ijen Awali Atraksi di Banyuwangi

161

Banyuwangi, Muslim Obsession – Banyuwangi bakal kembali memanaskan sektor pariwisatanya. Sebagai pembuka rangkaian atraksi di 2019, Festival Lembah Ijen segera digelar. Kegiatan akan dipusatkan di Taman Gandrung Terakota Banyuwangi, 19 Januari mendatang. Sajian utamanya yakni Sendratari Meras Gandrung.

Pemerhati Pariwisata Sigit Pramono mengatakan, sepanjang 2019 akan digelar 12 kali pertunjukan Sendratari Meras Gandrung. Ditambah dengan Jazz Gunung Ijen dan Green Run, jelas akan menambah semarak pariwisata Banyuwangi. Dengan demikian, di Taman Gandrung Terakota akan dihelat sedikitnya 14 kali kegiatan sepanjang tahun ini.

“Kami yakin kegiatan yang kami lakukan dapat menambah ‘selling point’ Banyuwangi untuk paket-paket wisata yang dijual. Khususnya dalam mendukung program promosi penerbangan langsung Banyuwangi-Kuala Lumpur,” ujarnya dalam rilis yang diterima Ahad (13/1).

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengungkapkan, Festival Lembah Ijen sebenarnya merupakan acara pembukaan Majestic Banyuwangi Festival 2019. Kegiatan ini adalah sebuah prakarsa kebudayaan yang dipersembahkan oleh masyarakat setempat. Khususnya yang menghuni kawasan lembah Ijen.

“Tujuannya jelas. Selain untuk mendukung sektor pariwisata di Banyuwangi, Festival Lembah Ijen dimaksudkan untuk melestarikan seni budaya tradisional. Tentu saja seni budaya khas Banyuwangi,” ujar Rizki didampingi Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Adella Raung.

Acara yang diselenggarakan dengan kolaborasi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, serta masyarakat dan swasta ini akan menjadi sebuah daya tarik baru pariwisata di daerah setempat. Pemkab Banyuwangi sendiri telah mencanangkan Lembah Ijen sebagai kawasan pelestarian seni budaya. Sekaligus mendukung kawasan ini menjadi sebuah situs geopark yang serasi antara alam dan manusia yang tinggal dan hidup di dalamnya.

“Festival Lembah Ijen akan berlangsung setiap bulan dengan menampilkan Sendratari Meras Gandrung dan sendratari lainnya. Tak hanya itu, lokasi pertunjukan juga dimeriahkan dengan pasar kuliner makanan tradisional. Ada pula kesenian rakyat di Rest Area Jambu. Sangat menarik,” jelasnya.

Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap pementasan sendratari di Taman Gandrung Terakota dapat diagendakan lebih sering. Misalnya, dari sebulan sekali menjadi seminggu sekali. Bahkan jika memungkinkan, kelak bisa diselenggarakan setiap hari.

“Diharapkan kegiatan pariwisata di Banyuwangi akan semakin lengkap dengan hadirnya wisata berbasis seni budaya tradisional. Persis seperti yang akan diselenggarakan di Taman Gandrung Terakota ini. Hal itu akan melengkapi wisata olahraga berbasis alam seperti lintas alam, ecogreen run, green bike dan lain-lain,” ucapnya.

Menpar Arief mengingatkan, seni budaya tetap menjadi perhatian serius Kemenpar. Sebab, 60 persen wisatawan mancanegara datang ke Indonesia karena budaya, 35 persen karena alam, dan 5 persen karena faktor buatan. Seperti meeting, incentive, conference, danexhibition (MICE), wisata olahraga, dan hiburan.

“Ragam budaya di Indonesia sangat kaya. Ada 1.340 suku bangsa yang bisa dieksplorasi di lebih dari 17 ribu pulau. Dari beragam suku yang ada, juga menyimpan 583 bahasa dan dialek yang berbeda-beda. Dari sisi atraksi, budaya kita jelas sangat kuat,” tandasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here