Fakta-Fakta Tentang Makam Rasullullah di Madinah

1103

Jakarta, Muslim Obsession – Jika berkunjung ke Mekkah tak lengkap rasanya jika tidak berziarah ke makam Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berada di dalam Masjid Nabawi. Pasalnya lokasi makam ini menjadi tempat paling istimewa di Tanah Suci.

Tidak hanya itu, di dekat makam Nabi juga terdapat makam sahabat, yakni Abu Bakar Ash-Shidiq dan Umar bin Khattab. Hanya saja banyak yang belum tahun tentang seputar makam Nabi. Berikut fakta-faktanya:

1. Pagar Tinggi Berhias Kaligrafi

Makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dibatasi oleh pagar tinggi yang berhias kaligrafi berwarna keemasan. Ada penjaga khusus, yang disebut askar, yang berjaga di sekitar makam.

Tugasnya Askar adalah mengingatkan jemaah yang berbuat hal-hal berlebihan atas makam Nabi, seperti menangis ataupun salat di depan makamnya.

2. Makam Nabi merupakan Kamar Aisyah

Sempat terjadi perdebatan antarsahabat ketika hendak memilih lokasi untuk memakamkan Rasulullah. Abu Bakar menjadi penengah di antara perdebatan yang terjadi, karena Rasul pernah bersabda:

“Tak seorang nabi pun meninggal dunia kecuali dimakamkan di tempat dia meninggal.”

Apa yang disampaikan Abu Bakar menjadi penengah sekaligus menjadi argumen mengapa Nabi Muhammad SAW dimakamkan di kamar Aisyah.

3. Makam di Dalam Masjid

Pada masa Al-Walid I Sulayman ibn Abdul Malik (715-717 M) dari Dinasti Umayah, dilakukan perluasan area masjid. Sebab, jumlah umat Islam saat itu semakin banyak.

Adik tiri Al-Walid I Sulayman ibn Abdul Malik, Umar ibn Abdul Aziz, merekomendasikan agar makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dimasukkan dalam area Masjid Nabawi.

Selain itu, dibangun dinding setinggi 5 meter mengelilingi makam agar tidak tampak dari dalam masjid dan tidak ada yang melakukan perbuatan syirik di sekitar makam.

Terdapat makam dua sahabat Rasulullah, yakni Abu Bakar Ash Shiddiq dan Umar ibn Khattab.

4. Tak Pernah Sepi

Makam Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat tak pernah sepi dari peziarah. Jemaah umrah maupun umat Islam yang datang ke Madinah selalu menyempatkan diri beribadah di dalam Masjid Nabawi, termasuk di Raudhah, lalu berziarah ke makam Rasulullah. (Albar)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here