Faksi Politik Palestina Rencanakan Demonstrasi di Perbatasan Gaza

411
Warga Palestina Sedang Demonstrasi
Warga Palestina Sedang Demonstrasi (Foto: Anadolu)

Gaza, Muslim Obsession – Faksi politik Palestina mengumumkan rencana untuk melakukan demonstrasi massal di sepanjang perbatasan Gaza dengan Israel.

Demonstrasi yang direncanakan dimaksudkan untuk memprotes blokade Israel-Mesir selama satu dekade dan keputusan Amerika Serikat (AS) untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

“Kami telah menyusun sebuah komite nasional yang bertugas untuk mematahkan pengepungan yang dikenakan di Gaza dan membalikkan keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tentang Yerusalem,” Khaled Al-Butsh, seorang pemimpin kelompok Jihad Islam, mengatakan pada sebuah konferensi pers di Kota Gaza, Rabu (7/3/2018).

Seperti dilansir Anadolu, persiapan untuk demonstrasi tersebut, katanya, akan mencakup pendirian kamp-kamp besar di sepanjang perbatasan untuk menampung demonstran.

Khaled al-Butsh menambahkan, protes yang direncanakan akan menekankan ketidakabsahan Trump yang disebut ‘Deal of the Century’ (antara Palestina dan Israel) dan upaya A.S. untuk meniadakan hak orang Palestina untuk kembali ke tanah air leluhur mereka.

Istilah “Deal of the Century” mengacu pada rencana saluran belakang oleh administrasi Trump yang bertujuan mencapai penyelesaian akhir konflik Timur Tengah.

Rencana itu  kabarnya akan mengizinkan Israel untuk mencaplok seluruh Yerusalem – bersamaan dengan blok permukiman Tepi Barat  sebagai pengganti negara Palestina yang demiliterisasi.

Menurut Al-Butsh, komite nasional yang baru dibentuk mencakup perwakilan dari beberapa faksi politik Palestina terkemuka, termasuk Fatah, Hamas dan Jihad Islam  bersama dengan LSM hak asasi manusia, lembaga sosial, kelompok pemuda dan suku Arab.

“Pawai simultan aksi demonstrasi juga akan diadakan di Tepi Barat yang diduduki Israel, berkoordinasi dengan warga Palestina di Suriah, Lebanon dan diaspora,” kata Al-Butsh.

Sebelumnya, juru bicara Jihad Islam Dawood Shihab tidak menutup kemungkinan beberapa demonstrasi ini melintasi perbatasan.

Pasukan Israel yang ditempatkan di dekat perbatasan melarang orang-orang Palestina mendekati daerah tersebut,  jika hal itu dilanggar Israel kerap menembaki atau menangkap siapapun yang melakukannya.

Sejak Desember lalu, warga Palestina telah melakukan demonstrasi reguler di dekat perbatasan Gaza-Israel untuk memprotes keputusan Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel – sebuah langkah yang menimbulkan kecaman dan protes luas dari seluruh dunia Arab dan Muslim. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here