Fachrul Razi: UEA Contoh Baik Belajar Penguatan Moderasi Islam

190

Abu Dhabi, Muslim Obsession – Menteri Agama Republik Indonesia Fachrul Razi memuji keberhasilan Uni Emirat Arab (UEA) yang dinilai telah memberikan praktik baik dalam bidang manajemen urusan kehidupan keagamaan, terutama tentang Moderasi Islam.

Untuk itu Menag melakukan serangkaian pertemuan dengan Menteri Pendidikan UEA, Chairman of General Authority of Islamic Affairs and Awqaf, Ahad (15/12/2019).

Selain bertemu Menteri Pendidikan UEA, Menag juga akan bertemu sejumlah pejabat teras UEA dalam agenda kunjungan kerja yang berlangsung, 14-17 Desember 2019.

“Kami berkunjung ke Abu Dhabi ini salah satu tujuannya adalah untuk saling bertukar pikiran tentang manajemen urusan kehidupan keagamaan. Saya kira kita bisa belajar banyak dari bagaimana Abu Dhabi mengelola toleransi dan harmoni dalam kehidupan beragama,” kata Fachrul Razi di Abu Dhabi.

Ia melihat UEA sebagai salah satu contoh negara maju, baik dalam urusan ekonomi dan teknologi, juga urusan kehidupan keagamaan. Kemajuan di UEA dibangun dalam bingkai nilai-nilai moderasi,  toleransi, dan harmoni yang baik.

“Kami membahas rencana pertukaran keahlian dan pengalaman untuk mempromosikan konsep Moderasi Islam dan nilai-nilai toleransi beragama, mempromosikan kesadaran bersama tentang bahaya ideologi ekstremisme,” ujarnya.

Selain itu, dibahas juga sinergi dalam pembangunan kapasitas Imam, penceramah, dan mufti melalui pertukaran praktik pengalaman terbaik dan kunjungan ahli.

Poin kerjasama lainnya yang dibahas terkait pertukaran keahlian dalam bidang penghafalan (tahfidz), pembacaan (tilawah), dan penafsiran (tafsir) Al-Quran dan Sunnah. Juga sinergi dalam pertukaran pencetakan, publikasi, dan penerjemahan Al-Quran serta pencetakan hasil-hasil penelitian.

Kedua pihak juga sepakat untuk merencanakan adanya pertukaran pengalaman dalam bidang manajemen, pengembangan, dan investasi wakaf, serta manajemen masjid. Termasuk juga sinergi dalam mempromosikan misi masjid sebagai tempat yang aman untuk beribadah dan penyebaran nilai-nilai keagamaan yang moderat.

“Kami serius menjalin sinergi dengan UEA. Rancangan Memorandum of Understanding sedang dalam tahap finalisasi. Semoga paling lambat awal Januari 2020 sudah bisa diteken kedua belah pihak antara Pemerintah RI dan Pemerintah UEA,” ujar Menag.

Menurut Menag, sinergi Indonesia dengan UEA sudah terjalin sejak lama. Banyak imam masjid di UEA yang dikirim dari Indonesia. Kerjasama ini akan ditingkatkan pada level yang lebih strategis lagi.

Kepala Badan Urusan Agama Islam dan Wakaf UEA, Mohammed Matar Salem bin Abid Alkaabi mengaku senang dengan para Imam yang berasal dari Indonesia. Dia berharap kerja sama pengiriman Imam dapat terus berlanjut. Dia juga menyambut baik rencana kerja sama yang akan ditingkatkan melalui penandatanganan MoU. Dia berharap hubungan bilateral antara Pemerintah UEA dan Indonesia semakin kuat dan kokoh dalam berbagai bidang. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here