Fachrul Razi: DNA PTKI adalah Islam Rahmatan lil Alamin

73
Jenderal (Purn) Fachrul Razi akui Misi Kemenag sama denga para Kiai NU dan Muhammadiyah. Foto: Kemenag.
Menag Jenderal (Purn) Fachrul Razi (Foto: Kemenag)

Banda Aceh, Muslim Obsession – Hadiri acara silaturahim dengan civitas akademika UIN Ar-Raniry dan Ulama Aceh, Menag Fachrul Razi, menegaskan bahwa DNA Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) adalah Islam Rahmatan lil Alamin.

“Tidak boleh ada dalam kampus PTKIN kita yang mengajarkan ajaran intoleransi, apalagi pemahaman keagamaan yang sempit dan merasa dirinya paling benar sendiri terhadap hal-hal yang sifatnya Ijtihadiyyah-furuiyyah, bukan hal pokok dalam agama,” kata Menag di Banda Aceh, seperti dikutip dari Kemenag, Senin (18/11/2019).

Menurutnya, insan kampus harus menjadi teladan dalam sikap dan kemampuan mengapresiasi keragaman ijtihad atau perbedaan pendapat  antar para ulama.

“Cari titik temu, bukan ‘memperuncing’-nya dan harus dapat memisahkan, mana yang merupakan perintah agama yang wajib, sunnah, mubah dan seterusnya dan mana yang merupakan adat dan budaya semata,” jelas Menag.

Ditegaskan juga oleh Menag bahwa PTKI adalah basis pengembangan moderasi beragama. Apalagi, moderasi beragama sudah dimasukan dalam RPJMN 2020-2024.

Ia mengaku bersyukur bahwa rumah moderasi beragama kini telah banyak dibuat di beberapa PTKIN sebagai Center of Excellence dalam penguatan Islam Wasathiyyah.

“Sekali lagi, saya tegaskan bahwa PTKIN harus berada di garda terdepan dalam memperkuat ajaran Islam yang memberikan rahmat bagi seluruh alam, menjaga kohesi sosial, memperkuat persatuan, mengikis intoleransi yang masih terjadi di dalam bangsa ini,” lanjutnya.

Kemenag membina 58 PTKI Negeri dan ratusan PTKI Swasta. PTKIN terdiri atas 17 Universitas Islam Negeri (UIN), 34 Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dan 7 Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN). Kemenag juga sedang membangun Perguruan Tinggi Islam bertaraf Internasional, yakni Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).

“Saya berharap Indonesia ke depan menjadi kiblat kajian keislaman dunia,” tutup Menag. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here