Eva Yuliana Ingin Berguna untuk Sesama

Perempuan harus terus meningkatkan kapasitas dan intensitas diri, agar lebih cakap dan mampu menempati posisi-posisi strategis.

61
Eva Yuliana. (Foto: Dok. Pribadi)

Muslim Obsession – Berkecimpung di kursi DPR sejak tahun 1999, Eva Yuliana kini duduk di Komisi lll DPR RI. Bertahun-tahun mengemban amanah sebagai wakil rakyat, dia memegang prinsip hidup yang begitu dalam.

Baginya, ‘khairunnas’ atau sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama. Itulah sebabnya, dia tidak mau mengukur apa-apa saja yang telah dicapai. Baginya, kata khairunnas selalu menjadi motivasi dan energi baru.

Perempuan yang membawahi bidang hukum, hak asasi manusia (HAM), dan keamanan di Komisi lll ini mengatakan bahwa penegakan hukum di Tanah Air terus membaik. Kini, hukum tidak lagi hanya dipandang sebagai tindakan yang bertujuan untuk membatasi kemerdekaan seseorang atas tindak kejahatan tertentu yang dilakukan.

Tapi, lebih sebagai pelayanan dan pendampingan, agar masyarakat bisa teredukasi bahwa sebenarnya kebebasan seseorang dibatasi oleh kepentingan orang lain.

BACA JUGA: Melani Leimena Suharli Melanjutkan Cita-Cita di Parlemen

Di sisi lain, kelebihan kapasitas yang terjadi di beberapa lembaga pemasyarakatan (lapas) di Indonesia selama pandemi juga menjadi sorotan. Berdasar kunjungan kerja terakhir yang dilakukan Eva, salah satu kelebihan kapasitas terjadi di Lapas Aceh, yaitu mencapai 206%. Sebelumnya, daya tampung lapas kurang lebih 4.105 orang, kini, total penghuninya mencapai 8.472 orang.

Pada kondisi pandemi seperti sekarang, berbagai persoalan harus dihadapi terkait kelebihan kapasitas ini. Salah satunya adalah prokes yang menjadi sulit dilakukan mengingat ruang yang memang tidak memungkinkan.

“Kondisi ini menjadi PR besar bagi Pemerintah. Dalam hal ini, terutama Kementerian Hukum dan HAM untuk mengurai masalah tersebut dan mencari formula penyelesaiannya. Sebab, menurut saya, kondisi over kapasitas rentan menimbulkan konflik antarpenghuni di dalam lapas. Apalagi, bila dihadapkan pada kondisi masa pandemi, over kapasitas lapas tentu menjadi persoalan tersendiri. Fenomena dan fakta ini memang menjadi salah satu perhatian khusus dari Komisi III DPR RI. Terutama, yang menjadi salah satu bahasan dan evaluasi mendasar adalah terkait program asimilasi setahun lalu,” ungkap Eva.

BACA JUGA: Ade Yasin Berharap Bisa Emban Amanah dan Dicintai Rakyatnya

Mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah V atau yang juga dikenal dengan sebutan Solo Raya, Eva juga begitu perhatian terhadap isu perlindungan terhadap perempuan. Selain terhadap kasus kekerasan dan pendampingan para perempuan yang menjadi objek kekerasan, dia juga turut memperjuangkan hak-hak lainnya. Salah satunya adalah keterlibatan lebih para perempuan Indonesia untuk menempati posisi-posisi strategis dan peran-peran vital dalam sistem pemerintahan maupun sosial kemasyarakatan.

“Salah satu yang bisa saya tunjuk adalah optimalisasi peran Polwan dalam layanan publik Polri. Komisi III DPR RI, terutama saya, sedang mendorong Polri untuk memberi peran lebih kepada anggota Polwan dalam layanan publik. Kasus tertembaknya terduga teroris perempuan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, juga menjadi poin pijakan penting untuk juga menempatkan Polwan dalam garda terdepan pengamanan dan pelayanan publik,” ujar ibu dua anak ini.

Pada momen Kartini tahun ini, dia mengajak seluruh perempuan di Tanah Air untuk lebih terlibat dalam kegiatan-kegiatan publik. Baginya, kita juga harus terus meningkatkan kapasitas dan intensitas diri, agar lebih cakap dan dimampukan menempati posisi-posisi strategis, serta peran-peran vital dalam sistem pemerintahan dan sosial kemasyarakatan. (Indah Kurniasih/WO)

 


Tulisan ini juga dimuat dalam E-Magazine Women’s Obsession Edisi 074.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here