Esensi Agama Adalah Hadirkan Keamanan Lahir dan Batin

72
Mengkampanyekan Islam sebagai agama damai di London oleh Islami Community Milli Gorus (ICMG).

Muslim Obsession – Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) mengemukakan, salah satu esensi terpenting agama adalah menghadirkan keamanan secara lahir dan batin. Bahkan menurutnya, ada kaidah ulama yang mengatakan bahwa keamanan mendahului keimanan.

“Bukan berarti menomorduakan keimanan, namun dalam makna, bahwa ikhtiar mewujudkan tuntunan iman tidak boleh menghancurkan keamanan dan ketertiban sosial,” tulis TGB dalam akun Instagram pribadinya.

Oleh karenanya, jelas mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, amar makruf dan nahi munkar ada tuntunannya. Prinsip dan norma diikat dengan otoritas dan kompetensi. Agar tidak menjadi fitnah yang lebih besar dan merusak keamanan bersama.

TGB kemudian berkisah sebuah peristiwa pada tahun 2011 lalu. Atas nama agama, teriakan jihad dikumandangkan oleh sebagian orang di Syria melawan pemerintah mereka. Teriakan yang disambut gegap gempita oleh sebagian umat di Indonesia.

“Bahkan sebagian tokoh ikut menggalang dana untuk membantu pemberontak. Di beberapa tempat, pintu menjadi sukarelawan juga dibuka,” kisahnya.

Akibatnya, imbuh TGB, meletuslah perang saudara yang tercatat sebagai krisis kemanusiaan terbesar sepanjang zaman modern. Lebih setengah juta tewas, 7 juta terlantar dan 5 juta mengungsi. Dan perang pun tidak pernah benar-benar usai. Syria luluh lantak.

“Kini terbukti, seruan jihad itu hanya kamuflase. Teriakan ‘khilafah’ oleh ISIS hanya pembenaran untuk membantai mereka yang berbeda pandangan,” jelasnya.

Ada yang bertanya, bagaimana dengan perang pada zaman Rasul? Kalau keamanan diletakkan sebelum keimanan, buat apa Rasul berperang? Bukankah lebih aman tidak berperang dibanding berperang?

Faktanya, lanjut TGB, justru perang saat itu dilakukan, adalah untuk mencapai keamanan bukan menghadirkan keimanan. Rasul berperang karena umat Islam diganggu bahkan diserbu kafir Quraish dan aliansinya. Bukan untuk memaksa mereka masuk Islam.

Menurut TGB, keimanan tak boleh dengan paksaan. Oleh sebab itu ia mengajak seluruh komponen bangsa untuk mensyukuri Indonesia. Negara yang aman dan teduh dalam berislam di dalamnya.

“Kita tertantang untuk mewujudkan nilai Islam sebagai rahmatan lil’alamin; membawa kasih sayang untuk semua makhluk,” pungkasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here