Erick Thohir Bangga dengan Indonesia

203
Erick Thohir (Foto: Edwin Budiarso)

Jakarta, Muslim Obsession – Sukses menjadi pengusaha itu memang membutuhkan usaha keras. Saat ini, kekuatan seorang entrepreneur terletak pada pendidikan dan pengetahuan.

Menjadi sibuk bukanlah sebuah alasan untuk berhenti belajar dan untuk menjadi seorang pengusaha sejati harus terus menggali ilmu.

Hal inilah yang cocok disematkan kepada Erick Thohir, meski lahir dari keluarga pengusaha tak membuatnya menjadi anak yang hanya memanfaatkan perusahaan orangtuanya. Erick malah lebih memilih membuka perusahaan sendiri, yaitu Mahaka Group.

Erick menceritakan, saat dirinya sedang berada di Eropa tak pernah melupakan tempat kelahirannya, Indonesia. Erick juga mengaku bersyukur karena Allah memberikan kesempatan kepadanya untuk pergi ke Eropa.

“Saya bangga sebagai orang Islam, saya bangga sebagai orang Indonesia, saya bangga sebagai pengusaha. Ketika Allah ngasih kesempatan saya, melalang buana ke Eropa, ke Amerika, bendera itu (Merah Putih) saya bawa, saya tidak malu. Karena apa? Saya meyakini Indonesia adalah tempat terbaik untuk saya, tempat terbaik untuk membesarkan keluarga saya, tempat terbaik saya berbisnis, tempat terbaik juga di kala nanti saya juga dipanggil Allah Swt. untuk dimakamkan, itu Indonesia,” katanya kepada Muslim Obsession, Kamis (14/2/2019).

Oleh sebab itulah, Erick mengaku tidak merasa malu untuk membawa bendera Indonesia. Terlebih lagi ia juga meyakini bahwa Indonesia ke depannya akan lebih maju dari negara-negara manapun.

“Saya juga bisa memberikan data-data mengenai Indonesia ke depan. Kita bisa lihat jumlah penduduk kita ini nomor 4 terbesar di dunia, artinya ini pasar sangat besar. Kita lihat lagi 58 persen usianya di bawah 35 tahun, jadi potensi sumber daya manusianya, potensi kualitas ada di Indonesia. Kalau kita mau, 58 persen di bawah usia 35 tahun,” ujarnya.

“Kita lihat lagi, untuk pertumbuhan pasar kita masih menjadi salah satu yang terbaik dimana ekonominya terus tumbuh. Bandingkan sama Jepang yang 13 tahun terakhir minus. Tapi dengan mereka susah payah, dengan mereka jadi satu, dengan mereka gotong royong, mereka tumbuh ekonominya dua tahun terakhir satu persen. Kita masih tumbuh, kenapa kita masih pesimis? Pasarnya tumbuh, kalau tidak kita mengambil kesempatan jangan salahin siapa-siapa, yang salah kita,” tandasnya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here