Erdogan Minta Warga Turki Boikot Produk Prancis

155

Ankara, Muslim Obsession – Presiden Recep Tayyip Erdoğan meminta rakyat Turki Senin (26/10/2020) untuk memboikot merek Prancis di tengah pernyataan Islamofobia Presiden Prancis Emmanuel Macron.

“Menjadi Muslim semakin sulit dan menjalani gaya hidup Islam di negara-negara Barat,” kata presiden pada acara yang diselenggarakan untuk Maulid an-Nabi (kelahiran Nabi Muhammad) di Ankara, dilansir Daily Sabah.

Presiden mengekspresikan bahwa Turki menganggap Islamofobia sebagai masalah keamanan nasional dan menindaklanjutinya.  Dalam hal ini, Erdogan meminta Uni Eropa untuk mengambil tindakan terhadap kejahatan rasial ini.

“Saya yakin lembaga Uni Eropa memiliki tanggung jawab besar dalam menangani Islamofobia. Dewan Eropa tidak bisa lagi mengabaikan Islamofobia,” tambahnya.

“Politisi Eropa harus meminta Macron, yang memimpin kebencian anti-Muslim di benua itu, untuk menghentikan kebijakannya,” lanjutnya.

Macron mengatakan dia tidak akan mencegah publikasi kartun yang menghina Nabi Muhammad dengan dalih kebebasan berekspresi, sebuah pernyataan yang memicu kemarahan di dunia Arab dan Muslim.

Banyak organisasi non-pemerintah (LSM) dan masjid telah ditutup dalam dua minggu terakhir, sementara serangan terhadap Muslim meningkat tajam.

Macron bulan ini juga menggambarkan Islam sebagai agama “dalam krisis” di seluruh dunia dan mengatakan pemerintah akan mengajukan rancangan undang-undang pada bulan Desember untuk memperkuat undang-undang tahun 1905 yang secara resmi memisahkan gereja dan negara di Prancis.

Dia mengumumkan pengawasan yang lebih ketat pada sekolah dan kontrol yang lebih baik atas pendanaan masjid asing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here