Erdogan: Kebangkitan Hagia Sophia Menandai Pembebasan Masjid Al Aqsa

96
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto: Istimewa

Jakarta, Muslim Obsession – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan kembalinya Hagia Sophia ini merupakan simbol kejayaan Islam. Ia pun berjanji setelah ini dirinya membebaskan Masjid Al Aqsa dari cengkraman bangsa Israel.

“Kebangkitan Hagia Sophia menandai pembebasan Masjid Al Aqsa,” kata situs web Kepresidenan Turki, dikutip dari Jerusalem Post, Senin (13/7/2020).

“Kebangkitan Hagia Sophia adalah batu loncatan umat Islam di seluruh dunia yang akan datang. Kebangkitan Hagia Sophia adalah kebangkitan api harapan umat Islam dan semua yang tertindas, terzalimi, teraniaya dan dieksploitasi.”

Presiden Turki mengaitkan keputusan untuk menghidupkan kembali Islam dari Bukhara di Uzbekistan ke Andalusia di Spanyol. Terminologi ini, yang menghubungkan al Aqsa di Yerusalem dengan Hagia Sophia dan Spanyol.

Menurut Erdogan, pihaknya menerima segala pandangan orang atas perubahan fungsi Hagia Sophia ini, namun dia pun menekankan sikap yang berlebihan atas perubahan fungsi ini akan dianggap mencederai kemerdekaan Turki.

Hagia Sophia (Ayasofya dalam bahasa Turki) pada awalnya dibangun sebagai basilika bagi Gereja Kristen Ortodoks Yunani. Namun, fungsinya telah berubah beberapa kali sejak berabad-abad, menurut History.com.

Kaisar Bizantium Constantius menugaskan pembangunan Hagia Sophia pertama pada tahun 360 M. Pada saat pembangunan gereja pertama, Istanbul dikenal sebagai Konstantinopel, mengambil namanya dari ayah Konstantius, Constantine I, penguasa pertama Kekaisaran Bizantium.

Kekaisaran Ottoman (Utsmaniyah), dipimpin oleh Kaisar Fatih Sultan Mehmed, yang dikenal sebagai Mehmed sang Penakluk, merebut Konstantinopel pada tahun 1453. Ottoman mengganti nama kota Konstantinopel menjadi Istanbul.

Dengan penaklukan Istanbul, Hagia Sophia dengan cepat menjadi ikon budaya, membawa warisan budaya Turki sampai hari ini. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here