Era Globalisasi, Menkeu Berharap Muslimah Indonesia Dapat Beradaptasi

488
Menteri Keuangan Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Edwin Budiarso)

Jakarta, Muslim Obsession – Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (PRK-MUI) menggelar Kongres Muslimah Indonesia Ke-2 dengan tema ‘Ketahanan Keluarga dalam Membentuk Generasi Berkualitas di Era Globalisasi’, di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat.

Dalam acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, Wakil Ketua MUI, Zainut Tauhid Sa’adi, dan Sekertaris Jenderal MUI, Anwar Abbas.

Pada sambutannya, Sri Mulyani mengatakan dampak positif dari globalisasi terhadap sistem perpajakan, sehingga dengan adanya globalisasi, negara-negara di dunia cenderung saling berlomba untuk menurunkan pajak.

“Perbedaan antarnegara semakin kecil, karena batasnya semakin rendah, dulu dibatasi dengan pajak dan bea masuk yang berbeda. Namun, dengan globalisasi dan munculnya teknologi digital atau e-commerce, digitalisasi, teknologi informasi, jarak antar negara menjadi kecil,” katanya, Senin (17/12/2018).

Menurutnya, dengan semakin hilangnya batas negara akibat globalisasi yang memudahkan arus barang masuk ke sebuah negara, pemerintah dunia melakukan adaptasi dengan menurunkan pajak maupun bea masuk, agar perdagangan komoditas global dapat dimanfaatkan untuk pertumbuhan ekonominya.

“Tidak ada pajak tinggi, negara-negara bersepakat menurunkan tarif antar negara, bahkan dalam ASEAN, world trade, makin mengecil jadi lima sampai nol persen. Dengan adanya e-commerce, kita tidak tahu barang itu diproduksi dari mana dan bisa ada di depan rumah kita,” ujarnya.

“Negara makin kompetitif, maka tidak ada batas untuk Anda, dunia adalah milik Anda. Dalam konteks ekonomi itu memberikan begitu besar apa yang disebut kesempatan, namun dalam ekonomi sosial memberikan implikasi luar biasa,” tambahnya.

Karena itu, dia mengharapkan, muslimah Indonesia harus beradaptasi dengan perkembangan globalisasi itu. Salah satunya, adalah dengan menjadi pendidik yang baik bagi generasi selanjutnya dengan memberikan pemahaman bahwa umat Islam adalah masyarakat global yang menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta.

“Generasi yang berkualitas adalah mereka yang punya pengetahuan dan memahami ilmu pengetahuan dan memiliki karakter keimanan dan memiliki sikap terhadap tantangan dunia dengan kepala tegak dan hati yang bersih dan memiliki kemampuan mencari ilmu untuk kemudian melakukan perbaikan di dunia,” ujarnya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here