Eloknya Masjid Agung Sheikh Zayed di Abu Dhabi

2007
Masjid Sheikh Zayid, Abu Dhabi (Photo: Istimewa)

Muslim Obsession – Masjid Agung Sheikh Zayed berada di kota Abu Dhabi, ibu kota Kerajaan Uni Emirat Arab (UEA). Masjid ini dinamai sesuai dengan tokoh besar di balik ide pembangunannya, Sheikh Zayed bin Sultan An-Nahyan, yang merupakan tokoh nasional Uni Emirat Arab sekaligus pendiri Negara Uni Emirat Arab.

Pembangunan Masjid Agung Sheikh Zayed merupakan gagasan dari pendiri UEA, Sheikh Zayed An-Nahyan untuk mewujudkan mimpinya memimpin rakyat UEA dari sebuah negara berkembang, tradisional menjadi sebuah negara maju modern.

Setelah Sheikh Zayed wafat pada tahun 2004, proses pembangunan masjid dilanjutkan oleh putranya. Penyelesaian proyek pembangunan masjid ini di bawah perintah langsung Sheikh Khalifa bin Zayed An-Nahyan, Presiden Uni Emirat Arab.

Di bawah pengawasan saudaranya, Jendral Sheikh Mohamed bin Zayed An-Nahyan, yang merupakan putra mahkota Abu Dhabi sekaligus sebagai wakil Panglima Angkatan bersenjata UEA, di bawah supervise dari Sheikh Mansoor bin Zayed An-Nahyan, Wakil perdana menteri dan menteri urusan kepresidenan.

Masjid Sheikh Zayed di inspirasi oleh pengaruh arsitektural Mughal (India, Pakistan, Bangladesh) dan Mooris (Maroko). Dibangun dengan 82 kubah bergaya Maroko dan semuanya dihias dengan batu pualam putih. Lengkap dengan pelataran tengahnya sebagaimana di masjid Badshahi di kota Lahore Pakistan yang bergaya Mughal.

Kubah utama masjid ini berdiameter 32.8 meter dan setinggi 55 meter dari dalam atau sekitar 85 meter dari luar. Merujuk kepada Turkey Research Centre for Islamic History and Culture kubah ini merupakan kubah terbesar yang pernah dibuat dalam jenis yang sama.

Secara keseluruhan arsitektural masjid Agung Sheikh Zayed dapat disebut sebagai fusi dari arsitektural Mughal, Moorish dan Arab.

Ukuran masjid seluas 22.412 meter persegi itu setara dengan lima lapangan sepak bola dan dapat menampung 40.960 jamaah sekaligus terdiri dari 7126 di ruang utama, 1960 di ruang sholat terbuka, 980 di ruang shalat wanita, 22.729 di area Sahan (Courtyard / pelataran tengah), 682 di selasar ruang utama dan 784 di selasar pintu masuk utama.

Masjid Agung Sheikh Zayed memiliki lebih dari 1000 pilar di area luar yang dilapis dengan lebih dari 20 ribu lembaran pualam dan batu alam polesan, termasuk lapis Lazuli, red agate, amethyst, abalone shell dan mother of pearl. Di ruang utama terdapat 96 pilar bundar berukuran besar yang kesemuanya dilapisi dengan mother of pearl.

Serta fitur utama ekterior masjid ini selain 82 kubahnya adalah empat bangunan menara setinggi hampir 107 meter di empat penjuru masjid.

Di sekililing masjid dibangun rangkaian kolam seluas 7.874 meter persegi yang dibangun menggunakan bahan keramik lantai warna gelap, kolam-kolam ini memantulkan bentuk arkade masjid, memberikan pemandangan spektakuler di bawah siraman cahaya lampu lampu di malam hari.

Tata cahaya yang unik ini dirancang oleh Arsitek tata cahaya, Jonathon Speirs dan Major untuk memantulkan fase fase bulan. Pemandangan awan abu-abu kebiruan di proyeksikan ke pada dinding luar masjid dan menghasilkan pemandangan yang berbeda setiap hari.

Rancangan impresif menghias sisi dalam masjid dengan menggunakan material pualam Italia dipadu dengan rancangan ukiran floral di ruang sholat utama serta dinding sisi luar yang dihias dengan mozaik kaca emas, sebagaimana tampak pada dinding sebelah barat.

Sedangkan pintu utama masjid ini dibuat dengan bahan kaca setinggi 12.2 meter dan lebar 7 meter memiliki berat mencapai 2.2 ton. (Vina – Berbagai Sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here