Eksperimen Sosial Muslimah Bercadar “Peluk Aku”, Bikin Masyarakat Terharu

2329

Bogor, Muslim Obsession – Menghilangkan anggapan negatif terhadap cadar, belasan muslimah melakukan eksperimen sosial di bilangan jalan raya Dramaga Bogor, Selasa sore (22/5/2018).

Mereka membawa poster yang masing-masing bertuliskan “Jika Anda perempuan, peluk saya” dan “Peluk saya jika Anda merasa aman dengan keberadaan saya”.

Siti Sarifah, salah satu inisiator eksperimen sosial ini mengatakan bahwa banyak masyarakat menaruh simpati dan mendukung mereka.

“Masyarakat memeluk sambil menangis. Sangat menyayangkan sekali kalau ada oknum-oknum yang menyudutkan wanita bercadar seperti itu. Itu kata mereka,” ungkap Sarifah.

Pendiri Gerakan Sedekah Seribu Sehari (GS3) ini turut menyayangkan tanggapan negatif terhadap wanita bercadar. Terlebih setelah aksi terorisme di Indonesia baru-baru ini.

“Saya pribadi menyayangkan kalau terorisme dilekatkan dengan Islam. Sehingga menyudutkan dan mengkambinghitamkan umat Islam itu sendiri. Terutama kepada muslimah bercadar,” tutur Sarifah.

Sementara itu, salah satu peserta, Siti Aminah mengaku bahagia bisa ikut berpartisipasi dan berkenalan satu sama lain.

“Walaupun dari segi pakaian aku masih biasa saja. Tapi mereka tidak pernah menyinggung atau merasa lebih tinggi. Mereka ramah-ramah,” kata Aminah kepada Muslim Obsession, Selasa (22/5/2018).

Awalnya Aminah mengaku merasa canggung berkomunikasi dengan muslimah bercadar.

“Sempat bingung juga berkomunikasi dengan wanita bercadar. Tapi setelah kenal, alhamdulillah sama asyiknya dengan teman-teman yang lain,” tandasnya.

Eksperimen sosial yang dimulai selepas Ashar ini, ditutup dengan pembagian takjil kurma dan air mineral gratis menjelang waktu berbuka puasa.

Selain memberikan pelukan dan dukungan moril, masyarakat juga bersemangat untuk berfoto bersama. Di antaranya ialah sejumlah mahasiswi Institut Pertanian Bogor (IPB), yang juga memberikan respon positif. (Vina)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here