Eks Gitaris Boomerang Ceritakan Pengalaman Spiritualnya Jadi Mualaf

146

Jakarta, Muslim Obsession – Mungkin masyarakat generasi 80/90an masih ingat dengan sosok Johannes Paulus Ivan atau lebih dikenal dengan nama John Paul Ivan, ya dia adalah mantan gitaris band Boomerang, yang akhirnya memilih jalan menjadi mualaf.

John ternyata sudah menjadi mualaf sejak 2006 yang lalu. Dalam video di saluran YouTube Talk Show tvOne dengan judul ‘Inspirasi Jalanan – John Paul Ivan dan Jalan Hidup Barunya’ yang tayang pada 17 Februari 2019, Jhon menceritakan pengalaman spiritualnya.

Lelaki berusia 50 tahun, ini mengungkapkan perjalanannya memeluk agama Islam berawal dari rasa gelisah. Keputusannya menjadi mualaf sempat mendapat pertentangan dari keluarga.

Namun, John berusaha menjelaskan bahwa ia mantap memilih untuk menjadi seorang muslim atas segala pertimbangan yang telah dilakukannya.

Bukan tanpa alasan, John mengaku telah mendalami agama Islam jauh sebelum ia memutuskan untuk pindah keyakinan.

“Banyak tidak tahu bahwa John Paul Ivan adalah seorang muslim loh,” kata Ronal Surapradja.

“Mualaf ya tahun 2006,” kata John.

Sebelum memeluk agama Islam, John banyak belajar tentang ilmu agama. Kala itu, ia pun merasa ada kegelisahan di hatinya dan ingin mencari tahu lebih banyak mengenai agama hingga akhirnya memutuskan untuk memeluk Islam.

“Waktu itu apa pemicunya jadi mualaf,” tanya Ronal.

“Sebelum saya memutuskan jadi mualaf, saya baca. Istilahnya gini, saya ingin mencari tahu, istilahnya apa sih itu agama. Sekitar tahun 2000an ada kegelisahan di hati saya, hatinya ingin tahu. Kita ga mau menerima aja. Kita kan sebenarnya dunia ketiga, hanya menerima aja. Mau itu Islam, Kristen,” terang John.

John kemudian mengucap syahadat sebagai proses memeluk agama Islam dilakukannya pada tahun 2006. Setelah memeluk agama Islam, John mengatakannya kepada keluarga dan ternyata mendapat pertentangan.

“Ada (proses di Islam-kan) di Sunda Kelapa, mengucapkan kalimat syahadat (tahun) 2006. Terjadi pertentangan (di keluarga) pasti ada. Ya sudah kita jalani aja, kayak begituan hal lumrah kayak keluarga dari beda agama. Jalanin aja. Saya jelasin, saya memilih ini dari saya sendiri,” papar John.

John memberikan tanggapan tentang keputusan kebanyakan orang mengganti nama setelah pindah keyakinan. Bagi John, hal tersebut tak perlu. Soalnya, yang terpenting adalah pikiran dan hatinya.

“Saya harap bisa diterima gitu, akhirnya ya it’s ok. Gak perlu (ganti nama). Buat saya gak usah, yang penting ini (pikiran) dan ininya (hatinya),” terang dia. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here