Ekonomi Minus 5,3 Persen, Erick Thohir: Alhamdulilah

113

Jakarta, Muslim Obsession – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II yang minus 5,3 persen lebih buruk daripada tahun sebelumnya. Namun kata dia, kondisi yang pahit ini kata dia, masih lebih baik daripada negara lain.

“Tentu ini ridho Allah yang luar biasa, karena kita punya penduduk banyak, sumber daya alam yang luar biasa, sehingga kalau kita lihat dibandingkan negara lain, kita masih alhamdulillah lebih baik,” kata Erick dalam diskusi yang diselenggarakan Nahdlatul Ulama, Rabu (12/8/2020).

Erick membandingkan ekonomi Indonesia dengan negara lain, seperti Amerika Serikat pada kuartal II tumbuh minus 9,5 persen, German minus 11,7 persen, Singapore minus 12,6 persen, Uni Eropa minus 14,4 persen, Portugal minus 16,5 persen, Itali minus 17,3 persen, Meksiko minus 18,9 persen, Prancis 19 persen dan Spanyol 22,1 persen.

Namun dia mengakui ada negara lain yang tumbuh lebih baik dari Indonesia pasca kuartal II, yaitu Korea Selatan minus 2,9 dan Cina tumbuh positif 3,2 persen. “Kalau Korea Selatan bisa, kenapa kita tidak bisa lebih baik,” ujarnya.

Karena itu Presiden Joko Widodo atau Jokowi, kata dia, berusaha mencari jalan keluar dengan tetap mengutamakan kesehatan dan ekonomi secara bersamaan.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Suharyanto mengatakan BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 mengalami kontraksi atau minus 5,32 persen.

Pertumbuhan ekonomi yang negatif ini merupakan yang pertama kalinya sejak periode 1998 atau ketika Indonesia mengalami krisis finansial Asia.

Adapun pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2020 tercatat mencapai 2,97 persen atau mulai menunjukkan adanya perlambatan akibat pandemi Covid-19. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here